DAUN GATAL – Agustiana, selaku Pemeriksa Karantina Tumbuhan, saat memeriksa daun gatal yang akan dikirim ke Jayapura. (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Wilayah Papua tidak hanya dikenal karena keragaman 255 suku dan bahasa, tetapi wilayah paling timur Indonesia itu juga menyimpan obat-obatan tradisional salah satunya yaitu daun gatal.
Daun gatal sudah dikenal masyarakat Papua karena telah menjadi terapi, yakni sebagai penghilang rasa capai atau sakit.
Ketika daun gatal dioleskan pada tempat yang capai atau yang sakit, maka rasanya sangat panas dan memunculkan sensasi gatal-gatal.
Selain itu, akan muncul benjolan kecil di kulit yang digosok.
Namun, panas yang ditimbulkan dari gosokan daun gatal tidak berlangsung lama karena setelah rasa gatal muncul pada bagian tubuh yang diurut daun gatal akan berganti menjadi segar.
Hal ini lah yang membuat peminat daun gatal semakin populer di Wilayah Papua.
Seperti yang terjadi pada, Kamis (18/4), Karantina Papua Tengah melakukan sertifikasi sebanyak 6 kg daun gatal yang akan bertolak ke Kabupaten Jayapura.
Sebelum diterbangkan, dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu.
“Setelah diperiksa, tidak ditemukan gejala dan tanda serangan penyakit/OPTK pada media pembawa tersebut. Sehingga dapat diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-12),” kata Agustiana, selaku Pemeriksa Karantina Tumbuhan usai melakukan pemeriksaan. (acm)















Tinggalkan Balasan