FOTO BERSAMA – Paulus Saile, Kepala Bidang Rehabilitasi pada Dinsos Mimika didampingi Magdalena Ema Nunang, Pendiri Panti Asuhan Santa Susana foto bersama para perawat dan bayi malang itu di ruang rawat anak sebelum meninggalkan RSUD Mimika pada Minggu (24/3/2024). (FOTO: ISTIMEWA)

TIMIKAEXPRESS.id – Bayi malang yang dibuang ayah dan ibu biologisnya di dekat Jembatan Waker, SP2-SP5, pada Senin (26/3/2024) lalu, kini telah diserahkan oleh pihak RSUD Mimika kepada Dinas Sosial (Dinsos) Mimika untuk dijamin atau ditanggung oleh negara.

Bayi malang tersebut diserahkan pada Minggu (24/3/2024) siang oleh petugas medis di Bangsal Rawat Anak RSUD Mimika kepada Paulus Saile selaku Kepala Bidang Rehabilitasi pada Dinsos Mimika.

Prosesi penyerahan setelah tim medis menyatakan bayi yang dirawat di RSUD sejak ditemukan pada 26 Februari 2024 lalu, kondisinya  sudah stabil dan sehat.

SEHAT– Bayi malang dalam kondisi sehat

Bayi laki-laki yang tepat berusia 1 bulan pada Selasa (26/3/2024), kini telah ditangani pihak Panti Asuhan Santa Susana di Kelurahan Timika Jaya SP2 Timika, Papua Tengah.

Magdalena Ema Nunang selaku Pendiri Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) juga pendiri Panti Asuhan Santa Susana membenarkan kalau pihaknya ditunjuk oleh Dinsos Mimika untuk merawat bayi tersebut setelah dipulangkan dari RSUD Mimika dan diserahkan ke pihak Dinsos.

Magdalena mengaku, sehari sebelum penyerahan, yaitu Sabtu (23/3/2024), pihaknya dihubungi oleh Dinas Sosial untuk mengambil dan merawat bayi malang tersebut.

“Jadi setelah terima telepon, saya langsung antar satu orang pengasuh ke RSUD untuk tangani sekaligus penyesuaian dengan bayinya selama 10 jam sejak pukul 08.00 – 19.00 WIT pada Hari Sabtu. Karena hari minggu bertepatan dengan perayaan Minggu Palma, sehingga kami baru ambil dan bawa pulang bayinya pada Hari Minggu siang. Biasanya kalau kami tangani bayi dari rumah sakit, kami harus lakukan penyesuaian,” ungkap Magdalena kepada Timika eXpress Selasa kemarin.

Sejak ditangani, bayi laki-laki tersebut dinyatakan aktif dan setiap tiga jam diberi minum susu. Dia (bayi-Red) agresif, semangat, meyakinkan kami bahwa dia sehat, terang Magdalena.

Ia menambahkan, sebelum diserahkan ke pihaknya, pihak Dinsos Mimika sudah lebih dulu melengkapi fasilitas untuk bayi malang tersebut, diantaranya  tempat tidur, kasur serta perlengkapan bayi lainnya.

Sementara itu, dr. Anthonius Pasulu, Direktur RSUD Mimika kepada Timika eXpress, Selasa kemarin, mengatakan bayi malang yang dirawat di RSUD Mimika selama 23 hari dengan usia 27 hari itu telah dipulangkan dengan kondisi sehat.

“Bayi tersebut sudah bisa minum susu pakai dot, dan berat badannya sudah naik 2800 gram dari 2300 gram saat awal penanganan,” terangnya.

Selanjutnya, Luky Mahakena,  Humas RSUD Mimika menyatakan saat dipulangkan dan diserahkan ke Dinsos Mimika, bayi yang dirawat di ruang NICU RSUD Mimika kurang lebih satu bulan, kondisnya sehat dan stabil.

“Jadi, sejak ditemukan, Dinas Sosial bawa dan kami (RSUD-Red) lakukan tindakan medis. Dimana dari penanganan awal hingga peningkatan upaya maksimal, bayi tersebut sembuh dan sehat, tidak ada indikasi lain dan dibolehkan pulang. Ini kemudian kami koordinasi kembali ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut atau pindah tangan,” Luky yang juga Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) mengatakan, penyerahan bayi malam dilakukan oleh petugas bangsal RSUD Mimika dan diterima Kabid Rehabilitasi pada Dinsos Mimika, Paulus Saile pada Minggu (24/3/2024).

Ia tidak menampik, saat penyerahan itu juga dihadiri pihak dari panti asuhan, namun tidak diketahui dari panti asuhan mana.

Luky pun menegaskan, saat penyerahan tidak ada syarat yang ditandatangani karena diberlakukan  seperti pasien pada umumnya.

“Intinya bayi malang yang masih jadi tanggungan negara kami serahkan kembali ke Dinas Sosial dalam kondisi stabil setelah kurang lebih satu bulan dirawat di RSUD Mimika, dan tidak ada syarat pemindahan tangan,” tandasnya. (vis)