Kematian Babi Mulai Menurun
TIMIKAEXPRESS.id – Kematian ternak babi di Kabupaten Mimika akibat African Swine Fever (ASF) sudah mencapai 6.000 ekor. Jumlah ini setengah atau 50 persen dari populasi babi di Timika. Karena itu, 50 persen sisanya, penting untuk diselamatkan.
Salah satu upaya adalah dengan mengubur ternak yang mati akibat virus ASF. Untuk itu peternak diharpkan untuk tidak membuang bangkai ternak secara sembarangan.
“Virusnya tidak akan pernah hilang kalau bangkai babi dibuang sembarang,” kata drh Sabelina Fitriani, kepala Dinas Keswan, saat ditemui di hotel Swiss Bellinn, Senin (18/3).
Dikatakan, populasi babi yang masih tersisa ini harus diselamatkan, sehingga warga diharapkan tidak membuang bangkai di semak-semak, kali dan lainnya, sebab virus ini akan terus ada jika tidak dikubur, karena belum ada vaksinnya.
Kata dia, selama ASF belum ada vaksinnya, maka otomatis ASF tetap akan menjadi ancaman bagi ternak, sebab babi yang telah mati, akan meninggalkan virus, dan virus itu, akan tetap di semua sudut kandang.
Terkait dengan bangkai babi lanjut dia, apabila peternak kesulitan dalam mengubur ternak yang sudah mati, maka dapat menghubungi dinas, melalui nomor yang telah diberikan kepada peternak, agar dinas bisa memfasilitasi.
“Virus itu tetap masih ada di lantai, dan juga dinding kandang, karena virus itu dikeluarkan dari urin dan kotoran babi, apalagi kandang yang terbuat dari kayu, virus pastinya akan menempel di sela-sela kayu dan bertahan selama 300 hari,”pungkasnya (ela)















Tinggalkan Balasan