SERAHKAN: Para pegawai Disnakkeswan saat menyerahkan Serum Konvalesen kepada peternak Babi di halaman kantor Disnakkeswan pada Rabu (31/1) (FOTO: YOSEF/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus African Swine Fever (ASF) yang kini tengah mewabah di Kabupaten Mimika, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) melakukan pengadaan 5000 serum konvalesen untuk para peternak babi.
Sabelina Fitriani, Kepala Disnakkeswan Mimika melalui Bakti Erma Surfani, Kepala Bidang Kesehatan Hewan mengatakan, tercatat sekitar 287 ekor babi telah mati akibat virus ASF.
Untuk itu, pihaknya menyalurkan serum konvalesen secara gratis kepada masyarakat khususnya para peternak babi di Kabupaten Mimika.

Selain menyalurkan serum, juga dilakukan sosialisasi dari kandang ke kandang terhadap para peternak serta melalukan penyemprotan desinfektan.
Dikatakan, secara bertahap serum konvalesen sudah disalurkan kepada para peternak. Di hari pertama, sebanyak 200 botol dan di hari kedua 200 botol.
“Ini sudah 200 (pertama), 200 (kedua) besok 400 botol, bertahap. Nanti totalnya yang akan kami datangkan kurang lebih 5000 (serum konvalesen),” kata Bakti Erma Surfani saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (31/1).
Serum tersebut didatangkan dari Surabaya dan merupakan produk asli Indonesia. Dijelaskan, setiap dosis serum dikemas dalam kemasan botol 16 mL dan mengandung NaCl. Serum akan diberikan kepada babi sesuai dengan berat badan serta usia sesuai resep dokter hewan.
Untuk Babi Starter/Sapih, satu ekornya diberikan 1 mL dengan 3 kali injeksi interval 7 hari. Untuk Babi Grower dengan berat badan 10 sampai 30 kilogram diberikan 2 mL, 3 kali injeksi dengan interval 7 hari.
Kemudian, Babi Dara dengan berat badan 30 sampai 60 kilogram diberi 3 mL per ekor dengan 3 kali injeksi untuk interval 7 hari dan Babi dewasa dengan berat 60 kilogram diberi 4 mL per ekor.
“Jadi sesuai berat badan, 1 botol itu 16 mili, pengaplikasiannya itu tergantung berat badan (babi),” tutupnya. (acm)















Tinggalkan Balasan