TERNAK- Merebaknya virus ASF akhir-akhir ini menyebabkan pasaran babi sulit. (FOTO: IST/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Kalfin Arrung, Ketua Koperasi Komunitas Peternak Babi Timika, merasa cemas dengan adanya virus African Swine Fever (ASF), ia meminta agar pemerintah segera mengambil langkah cepat  menekan penyebarannya, dikuatirkan peternak akan merugi.

Kalfin kepada Timika eXpres, melalui sambungan telepon, Rabu (31/1) menuturkan saat ini para peternak mulai kesulitan memasarkan ternak, sementara ada kewajiban kredit yang harus dipenuhi setiap bulan.

“Saya selaku ketua koperasi sangat prihatin melihat kondisi ini, sebab sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya dengan berternak babi,” ujar Calvin.

Saat ini, ada 388 anggota  Koperasi Komunitas Peternak Babi Timika, semuanya murni peternak aktif, artinya ekonomi keluarga bergantung dari hasil ternak, sehingga adanya virus ASF, menjadi ancaman bagi peternak.

Dijelaskan, para peternak selama ini mendapat bantuan dana dari perbankan melalui kredit, dengan jaminan hasil penjualan ternak babi, namun saat ini tentunya orang akan takut membeli babi, dengan merebaknya virus ASF.

Dengan demikian, tentunya peternak menjadi kesulitan dalam membayar anggsuran. Sehingga diharapakan, Pemda Mimika tidak hanya fokus pada pemberantasn ASF, tetapi juga mengeluarkan kebijakan meringankan anggsuran kredit.

“Kami harap Pemda melalui lembaga pemberi kredit dapat mengambil kebijakan untuk meringankan cicilan angsuran KUR bagi peternak, dinas terkait juga segera tanggap dengan kasus ini sebagai kejadian luar biasa, dan membentuk Tim respon cepat terhadap ternak yang belum terserang ASF,” harapnya.

Dari sisi peternak sendiri khususnya anggota koperasi terus mengikuti arahan dan langkah-langkah dari  Pemerintah sesuai SOP.

“Kepada peternak, saya juga berpesan agar, semangat, jangan terbawah euforia virus sehingga berputus asa yang dapat berpengaruh secara mental sehingga berdampak secara psikologis dan kesehatan, mudah-mudahan semua ini ada solusinya,” pungkasnya. (ela)