Elcardos Sapakoly (FOTO: DOK/TIMEX)
TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) kini melalukan proses pembangunan dua Lapangan Terbang (Lapter) di pedalaman yaitu, Bela, Noema, sementara Kampung Hoeya, kabarnya gagal lelang.
Hal tersebut disampaikan Elcardos Sapakoly, Kepada Bidang Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) Mimika saat ditemui Timika eXpress belum lama ini.
Paalnya, di 2023 lalu, pihaknya fokus pembangunan Lapter di dua wilayah tersebut karena medannya sulit. Pembangunan lapter di ibu kota distrik (kecamatan) dan kampung-kampung di wilayah pedalaman khususnya di dataran tinggi Mimika menjadi konsentrasi Pemkab Mimika.
Sebab, satu-satunya sarana transportasi yang bisa menjangkau wilayah pegunungan Papua hanya dengan transportasi udara, yaitu pesawat terbang.
Letak geografis yang bergunung-gunung terjal juga menjadi hambatan dalam pembangunan Lapter tersebut.
Peralatan seperti excavator dan lainnya harus diangkut dengan menggunakan helikopter dari Timika, demikian pula bahan bakar dan tenaga kerja harus didatangkan dari Timika.
Elcardos mengatakan, pengerjaan lapter tersebut merupakan pengerjaan lanjutan dari pembangunan yang telah dilakukan sejak 2017 lalu untuk dua lapter.
Ketika ditanya mengenai anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan untuk pembangunan masing-masing lapter, Elcardos menyebutkan belum mengetahui pasti.
Lebih lanjut dikatakan, untuk Lapter Noema dan Bela direncanakan akan selesai akhir Tahun 2024, sementara untuk Lapter di Hoeya belum dilakukan karena keterbatasan waktu pelelangan yang gagal,” pungkasnya. (kay)













Tinggalkan Balasan