FOTO BERSAMA – Engel Enoch, Vice President Community Relations & Responsibility PTFI dan staff foto bersama para staff Dinas Kesehatan Mimika di Rimba Papua Hotel pada Jumat (15/12). (FOTO: YOSEF/TIMEX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) berikan pendampingan operasional fasilitas pengolahan air bersih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Hal ini dituangkan dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bersama PTFI di Rimbah Papua Hotel (RPH) pada  Jumat (15/12).

Daniel Perwira, Manager Comunity Health Development PTFI mengatakan, sesuai komitmen PTFI untuk mendukung penyediaan air bersih bagi Pemkab Mimika, sehingga usai serah terima pembangunan fasilitas air bersih, PTFI juga berkomitmen untuk mendukung pendampingan dalam mengoperasikan fasilitas tersebut.

“Jadi sesuai MOU, kita akan mendampingi Pemkab selama 1 tahun dalam hal teknis, perawatan dan pengoperasian pompa dari Kuala Kencana,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pendampingan yang akan dilakukan yaitu pendampingan operasional teknis, pemeliharaan, pengamanan, pembiayaan bagi kebutuhan listrik dari fasilitas air bersih tersebut.

“Jadi yang kita lakukan itu pendampingan dari tim ahli pengetahuan PTFI kepada tim Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), sehingga pengoperasikan fasilitas air bersih tersebut bisa dijalankan oleh Pemkab secara mandiri,” katanya.

Dirinya berharap dengan adanya pendampingan ini dapat memberikan manfaat bagi Pemkab Mimika dan juga masyarakat, dikarenakan kebutuhan air bersih itu merupakan satu hal yang paling mendasar.

“Sehingga dengan secepatnya pendampingan ini berjalan maka secepatnya masyarakat menikmati air yang bersih, karena air yang akan di alirkan, kualitasnya sama dengan air di Kuala Kencana yang di konsumsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, Robert Mayaut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika melalui Suyani, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Mimika mengatakan, dengan penyerahan fasilitas ini, Pemkab meminta pendampingan kepada PTFI selama 1 tahun, sehingga selama pendampingan Pemkab berupaya untuk lakukan perbaikan pipa-pipa yang telah rusak.

“Kita juga minta bantuan pembiayaan listrik 1 tahun, sehingga kita bisa menyiapkan anggarannya di tahun berikutnya dan seterusnya, karena masih menggunakan diesel, kami juga akan pengubahan mesin diesel ke listrik PLN, jadi pembiayaannya lebih murah,” katanya.

Pihaknya juga telah mempersiapkan pemasangan pipa untuk bagian sebelah kanan jalan, karena sejauh ini pipa yang terpasang hanya di sebelah kiri jalan dari fasilitas air bersih di Kuala.

“Dari pembangunan pipa 2013 itukan pipa hanya ada di sisi sebelah kiri, nah kita akan anggarkan untuk penambahan pipa sisi sebelah kanan jalan, sehingga semua masyarakat dapat menikmati air bersih,” ungkapnya.

Pihak PTFI berharap dengan adanya kolaborasi bersama ini, masyarakat Timika dapat segera menikmati sarana air bersih untuk keperluan sehari-hari dan guna meningkatkan kesehatan masyarakat Timika yang merupakan wilayah terdekat dari operasional Freeport Indonesia. (acm)