UJIAN – Saat salah satu bidan mengikuti ujian simulasi  pemasangan AKDR dihadapan penguji di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (11/12). (FOTO: Astrid/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Guna meningkatkan kompetensi dan sertifikasi atau lisensi dalam pelayanan pemasangan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), sebanyak 30 bidan dari sejumlah Puskesmas di Mimika, kini mulai menjalani simulasi dan tes pada Senin (11/12).

Adapun pelaskanaan ujian di luar jaringan (Luring) yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berncana (DP3P2KB) Kabupaten Mimika akan berlangsung hingga Jumat (15/12).

Pelaksanaan simulasi maupun tes ini guna meningkatkan pengetahuan serta kemampuan para bidan di Mimika dalam pelayanan AKDR.

Sofie Narawena selaku Ketua Panitia mengatakan, simulasi dan tes yang diikuti 30 bidan ini langsung diampuh atau diuji oleh 5 penguji selaku fasilitator kesehatan yang didatangkan dari Peovinsi Papua.

“Untuk kegiatan hari pertama ini (kemarin-Red) dimulai dengan simulasi pemasangan dan  pelepasan AKDR, selanjutnya phantom kondom. Nanti di hari kedua besok (hari ini-Red) dilakukan simulasi pemasangan implan (susuk) satu batang dan dua batang,” katanya kepada Timika eXpress di sela-sela kegiatan, Senin kemarin.

Selama simulasi, 30 bidan dibagi menjadi 6 kelompok, namun untuk pelaksanaan ujian tetap dilakukan perorangan.

“Kan ini ujian kompetensi sehingga dilakukan perorangan sesuai SOP meski dibagi dalam enam kelompok,”ujarnya

Dengan mengikuti pelatihan ini, para bidan dapat mengetahui kemampuannya masing-masing sesuai standar dalam pelayanan medis.

“Ini dubuktikan dengan legalitas kekuatan hukum dan akreditasi juga sertifikasi dari pelatihan ini untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat nantinya,” demikian Sofie Narawena. (ine)