Hermalina W. Imbir (FOTO: ELISA/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Hermalina W. Imbiri, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah mengatakan, kebanyakan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Mimika dominan menggunakan KB Implan (KB Susuk).

Pemanfaatan metode kontrasepsi ini dinilai paling efektif mencegah atau menunda kehamilan.

Pasalnya, KB implan memiliki banyak keunggulan, diantaranya perlindungan jangka panjang hingga tiga tahun dengan catatan diingat kapan KB dipasang dan kapan waktu paling lambat untuk menggantinya.

“Implan dapat dilepas kapan saja, termasuk saat muncul efek samping yang tidak diinginkan sehingga kembali ke masa subur dengan cepat pula”.

Demikian dikatakan Hermalina W. Imbir kepada Timika eXpress, Jumat (1/12).

Hermalina mengatakan, beberapa waktu lalu, pihaknya sempat melakukan pemasangan KB implan kepada sejumlah IRT di dua distrik, yaitu Mimika Baru dan Distrik Wania.

“Waktu itu banyak yang memilih menggunakan akseptor KB guna menunda atau mengatur jarak kehamilan,” ujarnya.

Dikatakannya, pelayanan ini merupakan program konseling dan menciptakan budaya lingkungan terkait program KB secara terencana sehingga berdampak positif.

“Kualitas layanan sebagai kontribusi terbesar terhadap peningkatan ketertarikan dan partisipasi dalam program KB, ini pun mendukung program pemerintah,” katanya.

Untuk itu, ia berharap ibu-ibu dapat mengatur jarak kelahiran anak dengan baik agar pola asuh, mulai dari pendidikan, kesehatan dapat dipantau dengan baik. (kay)