Ahmad Zubaidi, S.H.I (FOTO: Gren/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Sepanjang Januari hingga Oktober 2023, Pengadilan Agama Mimika telah menangani 163 perkara perceraian dari 226 perkara yang masuk di PA Mimika untuk disidangkan.

Ahmad Zubaidi, S.H.I, Humas Pengadilan Agama Mimika saat ditemui Timika eXpress di Kantor PA Mimika pada Senin (2/11) mengatakan, perkara perceraian yang masuk di PA Mimika hingga saat ini mengalami penurunan.

“Jadi, perkara perceraian ada 163 perkara. Perkara perceraian yang diajukan oleh istri atau cerai gugat ada 114, dan 49 perkara yang diajukan oleh suami atau cerai talak,” jelasnya.

Tambah Ahmad, selain itu ada 8 perkara harta bersama, kemudian 27 perkara perwalian, 4 perkara permohonan asal usul anak, 5 perkara pengesahan pernikahan, 6 perkara dispensasi kawin, 3 perkara lain-lain, dan 10 perkara penetapan ahli waris.

Sementara itu, perkara perceraian yang masuk di Pengadilan Agama Mimika jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya mengalami penurunan pada tahun 2023.

Dijelaskan, pada Januari hingga Oktober 2022 ada 253 perkara yang masuk di PA Mimika. Untuk perkara perceraian ada 183 perkara, 2 perkara harta bersama, 2 perkara penguasaan anak, 32 perkara perwalian, 1 perkara asal usul anak, 13 perkara pengesahan perkawinan, 7 dispensasi kawin, 3 perkara lain-lain, dan 9 penetapan ahli waris.

Sementara itu, penyebab terjadinya perceraian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus ada 73 perkara, kemudian 17 perkara disebabkan oleh salah satu pihak meninggalkan pihak lain, 13 perkara ekonomi, 5 perkara mabuk, 4 perkara KDRT, 3 perkara judi, dan 1 perkara murtat.

Tambah Ahmad, penyebab terjadinya perceraian juga mengalami penurunan yaitu semenjak Januari hingga Oktober 2022 itu sudah ada 134 akta cerai yang dicetak. Sedangkan Januari hingga Oktober 2023, pihaknya sudah mencetak 116 akta cerai. (glt)