SERAHKAN- Pj. Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S. Sos, MM saat menyerahkan BLT kepada anak Baduta Nikolous Kukuareyau di Poumako, Sabtu (14/10). (FOTO: Gren/TimeX)

TIMIKA, TIMIKAEXPRESS.id – Penjabat (Pj) Gubernur Propinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S. Sos, MM melakukan kunjungan ke Poumako, Distrik Mimika Timur pada Sabtu (14/10) pukul 15.00 WIT. Dalam kunjungan itu, Ribka menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Kartu Otonomi Khusus Sehat (Ko Sehat) kepada Balita bermasalah gizi (stunting) di RT 09, Kampung Poumako, Mimika-Papua Tengah.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Asisten III Setda Provinsi Papua Tengah, Elisabeth Chenawatin, Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Marthen Ukago.

Kepala Dinas PUPR Papua Tengah, Yan Ukago, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral, Frets James Boray, SE., M.Si, Asisten III Sedta Mimika, Hendritte Tandiyono, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenni Usmani, Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Ipda Wiklif S. Rumere, Wakapolsek Mimika Timur, Ipda Alex Soumilena, Kasat Intel Polres Mimika, AKP Budi Santoso, Ba Taud Koramil 1710/07/Mapurujaya, Peltu Monab, Kepala Suku Kamoro, Marianus Maknaipeku, Kepala Kampung Poumako, Muhammad Kilwarani, dan tamu undangan lainnya.

Bakri Athoriq, Kepala Distrik Mimika Timur dalam kunjungan tersebut mewakili masyarakat Poumako mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Pj. Gubernur Propinsi Papua Tengah, yang telah mewujudkan program pembangunan rumah dan memberikan bantuan kepada Balita bermasalah gizi di wilayah Distrik Mimika Timur.

“Jumlah kasus stunting di Mimika Timur saat ini tercatat sebanyak 205 kasus, dan 78 kasus diantaranya ada di Kampung Poumako,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Silwanus Sumule, dalam kunjungan tersebut mengatakan, jumlah stunting di Mimika saat ini tercatat sebanyak 955 kasus, sementara 205 kasus berada di Distrik Mimika Timur sesuai dengan laporan dari Kepala Distrik Mimika Timur.

“Hal ini menjadi perhatian semua pihak terkait. Guna membantu penanggulangan kasus stunting di Distrik Mimika Timur khususnya Poumako, Provinsi Papua Tengah memberikan BLT dalam tiga kategori, yaitu Baduta (bayi di bawah dua tahun) yang berat badannya tetap dan Baduta yang berat badanya menurun mendapat sebesar Rp850.000 per bulan, kemudian Baduta yang mengalami permasalaham gizi (stunting) diberikan Rp1.000.000 per bulannya,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Propinsi Papua Tengah juga telah meluncurkan Kartu Otsus Sehat (Ko Sehat) guna mendukung program layanan kesehatan yang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Pemerintah Propinsi Papua Tengah juga memberikan dukungan berupa kartu Ko Sehat untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika sebesar Rp4 Miliar. Dana ini akan dimanfaatkan khusus Orang Asli Papua (OAP) ketika ada pelayanan yang tidak ditanggung BPJS. Contohnya harus dirujuk, ada perang suku yang tidak bisa ditanggung maka akan ditanggung dengan kartu Ko Sehat,” jelasnya.

Tambah Silwanus, kartu Ko Sehat akan menjamin seluruh masyarakat OAP yang memiliki keterangan sebagai warga ataupun penduduk Provinsi Papua Tengah.

Pj. Gubernur Propinsi Papua Tengah, Ribka Haluk didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Papua Tengah, Marten Ukago dan para pemenang olimpiade 2 (FOTO: GREN)

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memberikan bantuan tunai kepada para kader kesehatan yang mempunyai tugas memantau progres penyaluran BLT yang telah diberikan kepada Baduta.

“Kader pendamping Baduta memantau minimal empat Baduta mendapatkan uang transport per Baduta sebesar Rp250.000 per bulan,” jelasnya.

Tambah Silwanus, jadi kalau para kader pantau empat anak maka, per kader akan mendapatkan Rp 1 juta per bulan.

Sementara itu, Ribka Haluk menegaskan BLT yang diberikan tidak untuk belanja kebutuhan lain, tetapi khusus untuk anak-anak bayi atau Balita.

“Berapa kali saya sampaikan pada beberapa penyuluhan bahwa di Papua ini ada masalah besar, masalahnya apa? Dalam satu rumah itu yang perut besar mama dan bapa, jadi khusus bantuan ini harus diberikan kepada anak-anak,” tegasnya.

Pj Gubernur Propinsi Papua Tengah juga berpesan kepada para kader dalam melakukan monitoring dan orang tua agar memperhatikan asupan gizi dan jam makanan anak-anak.

“Jadi harus didampingi dengan serius, targetnya angka stunting 955 itu bisa menurun dalam 3 bulan kedepan, kalau tidak turun nanti saya datang lagi, saya tanya lagi,” tegasnya.

Dalam kegaiatan tersebut, Pj Gubernur Propinsi Papua Tengah juga memberikan bantuan makanan tambahan kepada para Baduta (Bayi dua tahun) yang mengalami masalah gizi.

Sementara itu, tiga perwakilan Baduta yang berat badannya tetap,  Baduta yang berat badanya menurun dan Baduta yang mengalami permasalaham gizi yang menerima BLT secara simbolis yaitu Nadia, Nikolous Kukuareyau, dan Ida Kamia didampingi kader Rovina Nokoreyau. (glt)