Mansur Yunus Gafur (FOTO:DOK/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Sebanyak 397 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, diusulkan menerima pengurangan masa pidana pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia tahun ini.

Dari jumlah tersebut, 206 narapidana diusulkan menerima Remisi Dasawarsa, yaitu pengurangan hukuman yang hanya diberikan setiap 10 tahun sekali, dan 191 narapidana lainnya diusulkan memperoleh Remisi Umum.

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Mansur Yunus Gafur, menjelaskan Remisi Dasawarsa diberikan berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Adapun besaran remisi ini adalah 1/12 dari masa pidana yang sedang dijalani, dengan maksimum pengurangan tiga bulan.

“Misalnya, untuk masa pidana dua tahun (24 bulan), Remisi Dasawarsa yang diberikan adalah dua bulan. Tahun ini kami mengusulkan 206 narapidana memperoleh Remisi Dasawarsa dan 191 lainnya menerima Remisi Umum,” jelas Mansur kepada Timika eXpress, Senin (11/8).

Ia menegaskan, remisi hanya diajukan untuk warga binaan yang memenuhi persyaratan administratif dan substantif, termasuk berkelakuan baik dan aktif mengikuti program pembinaan.

“Remisi Kemerdekaan ini diberikan kepada narapidana yang tidak pernah melakukan pelanggaran dan telah menjalani masa pidana minimal enam bulan,” ujarnya.

Mansur menambahkan, pemberian Remisi Dasawarsa terakhir dilakukan pada 2015, dan kembali digulirkan pada 2025 ini.

Menurutnya, remisi bukan sekadar mengurangi masa tahanan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan motivasi untuk terus memperbaiki diri.

“Negara hadir bukan hanya untuk menghukum, tapi juga membimbing agar warga binaan punya kesempatan kedua. Remisi adalah bukti bahwa sistem pemasyarakatan kita bersifat rehabilitatif, bukan sekadar represif,” tegasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Lapas Timika menguatkan program pembinaan yang mencakup pelatihan keterampilan kerja, kewirausahaan, hingga rehabilitasi psikososial, yang dirancang untuk memberikan perubahan nyata bagi warga binaan. (vis)