RAR – Personel rescue Freeport Kamoro Tim saat melakukan skenario Road Accident Rescue (RAR) pada kompetisi IFRC 2026, Kamis (27/10/2026). (FOTO:MAURITS/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id — Sebanyak 17 tim peserta Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 menuntaskan tiga skenario penyelamatan (rescue) di Fire Ground Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, pada 26–27 Oktober 2026.
Ketiga skenario tersebut meliputi Confined Space Rescue (CSR), High Angle Rescue (HAR), dan Road Accident Rescue (RAR). Setiap skenario menguji kemampuan teknis, koordinasi, serta kesiapan tim dalam menangani situasi darurat dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Ketua Komite Teknik Kompetisi IFRC 2026, Wiyono Winarno, menjelaskan bahwa penilaian kompetisi mencakup tiga aspek utama, yakni pengendalian operasi, kemampuan teknis, dan penanganan medis.
“Pada aspek pengendalian operasi, juri mengevaluasi kemampuan kapten tim atau Incident Commander (IC) dalam menerima informasi, mengendalikan jalannya operasi, serta mengoordinasikan personel,” jelas Wiyono.
Pada aspek teknis, juri menilai keterampilan peserta dalam menggunakan peralatan dan menerapkan prosedur penyelamatan. Sementara itu, aspek medis mencakup kemampuan tim dalam menangani korban selama proses evakuasi.
Peserta diberikan waktu maksimal 35 menit untuk menyelesaikan skenario CSR, serta masing-masing 40 menit untuk HAR dan RAR. Batas waktu tersebut menjadi salah satu unsur evaluasi terhadap efektivitas, ketepatan prosedur, dan koordinasi tim dalam menjalankan operasi penyelamatan.
Wiyono mengatakan, IFRC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana berbagi pengalaman, meningkatkan kompetensi, dan memperluas wawasan mengenai teknik serta peralatan penyelamatan. Kehadiran juri internasional turut membuka kesempatan bagi peserta untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman.
Tim juri IFRC 2026 terdiri atas Suhernomo selaku Ketua Panitia, Abid Dhamar Waskito sebagai juri sekaligus Koordinator Skenario, Eko sebagai shadow judge, Winston Karamour, dr. A. Gustav, Nazizul, Martijn Beldman, Ian Fulton, Erica A. Gallegos Arias, dan Peter van ’t Wout.
Sebanyak 17 tim peserta berasal dari PT Hengjaya Mineralindo, PT INALUM, Kalimantan Prima Persada, BSI, PTFI Amungme Team, Pamapersada Nusantara (PAMA), Kideco Jaya Agung, PT Borneo Indobara, PT Vale Indonesia, Nusa Halmahera Minerals, PT Aneka Tambang (Antam), PTFI Kamoro Team, Indomuro Kencana (IMK), Batu Kharisma Permai, Merdeka Battery Minerals, Ganda Alam Makmur, dan PT Adaro.
Melalui IFRC 2026, para peserta diharapkan dapat menerapkan hasil evaluasi dan pembelajaran selama kompetisi untuk meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat keterampilan, serta mengoptimalkan kemampuan dalam menghadapi keadaan darurat di lingkungan kerja. (*)









Tinggalkan Balasan