DITAMPUNG DI GEREJA — Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo untuk sementara ditampung di Gedung Gereja GIDI Manokwari setelah terpaksa meninggalkan asrama dan rumah kontrakan akibat tunggakan biaya pemondokan selama 15 bulan. (FOTO: ISTIMEWA)

MANOKWARI, timikaexpress.id — Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Yahukimo yang sedang menempuh pendidikan di Manokwari, Papua Barat, terpaksa meninggalkan asrama dan rumah kontrakan setelah biaya pemondokan yang selama ini ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yahukimo menunggak selama 15 bulan.

Sejak 3 Oktober 2026, para mahasiswa tersebut untuk sementara ditampung di Gedung Gereja Injili di Tanah Papua (GIDI) Manokwari.

Pimpinan gereja bersama jemaat membuka pintu gereja sebagai tempat penampungan sementara bagi mahasiswa yang kehilangan tempat tinggal.

“Selama 15 bulan pemerintah lalai membayar kontrakan sehingga kami terpaksa meninggalkan tempat yang selama ini kami tempati,” ujar Obeth, perwakilan mahasiswa asal Yahukimo dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Obeth, persoalan pemondokan tersebut mulai berdampak pada aktivitas perkuliahan mahasiswa.

Mereka kini harus menjalani proses belajar dengan kondisi tempat tinggal yang tidak menentu.

Padahal, kata dia, mahasiswa Yahukimo merupakan bagian dari sumber daya manusia yang sedang dipersiapkan untuk membangun daerah.

Dukungan pemerintah daerah, termasuk penyediaan tempat tinggal, dinilai penting agar mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik.

Saat ini, ratusan mahasiswa asal Yahukimo tercatat menempuh pendidikan di Universitas Papua (Unipa) dan sejumlah perguruan tinggi swasta di Manokwari.

Para mahasiswa meminta Bupati Yahukimo dan Dinas Pendidikan segera mengambil langkah untuk menyelesaikan tunggakan biaya pemondokan sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal yang layak.

Menurut mereka, persoalan tersebut tidak semestinya berlarut karena menyangkut keberlangsungan pendidikan dan masa depan sumber daya manusia Yahukimo.

Obeth berharap pemerintah daerah segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut agar mahasiswa dapat kembali menjalani aktivitas perkuliahan secara normal.

“Selama setahun lebih kami kehilangan tempat tinggal. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kuliah kami. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan, melunasi tunggakan kontrakan, dan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak agar kami dapat kembali fokus kuliah,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari Pemkab Yahukimo maupun Dinas Pendidikan terkait penyebab tunggakan biaya pemondokan dan langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (*)