TABUH TIFA– Valentinus Sudarjanto Sumito bersama pantia dan narasumber Martinus LL Moru, saat akan menabuh tifa pada pembukaan kegiatan pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Jurnalis Perempuan Mimika (JPM) di Hotel Horison Ultima, Selasa (29/10/2024) (FOTO: JPM Mimika)
TIMIKAEXPRESS.id – Jurnalis Perempuan Mimika (JPM) Kabupaten Mimika menggelar pelatihan jurnalistik bagi pelajar tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Mimika.
Pelatihan ini berlangsung di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (29/10/2024) dengan diikuti masing-masing 5 perwakilan dari 12 sekolah yang dilibatkan.
Kegiatan dengan tema ‘Bangkitkan Kreativitas Remaja dengan Jurnalistik’ ini dibuka secara resmi oleh PJ Bupati Mimika, Valentinus Sudaryanto Sumito, dengan dihadiri Sekretaris Badan Kesbangpol Mimika, dengan narasumber Martinus LL Moru, dari Koran Papua yang juga salah satu wartawan senior di Mimika dan Sevianto Pakiding dari Papua Dayli.
Tujuan dari kegiatan ini yakni mengembangkan potensi diri pelajar melalui karya tulis atau karya lainnya, meningkatkan literasi siswa agar mampu berinteraksi sosial, mengembangkan rasa empati dan kepekaan terhadap isu-isu sosial.
Selain itu juga untuk membangun karakter siswa agar bisa menjadi agen penyampai informasi positif dan konstruktif, membuka wawasan baru untuk bermedia, terutama pemahaman tentang menggunakan media sosial yang aman dan benar, melatih kepekaan siswa dalam berkarya jurnalistik, meningkatkan daya kritis remaja dalam berpikir kritis terhadap fenomena yang terjadi di sekitar termasuk meningkatkan kreativitas dan minat siswa terhadap kejurnalistikan.
Sejumlah materi yang disampaikan oleh narasumber diantaranya Kode Etik Jurnalistik, menggali ide berita dan teknik reportase, teknik penulisan berita, dan perbedaan antara karya jurnalistik dan tulisn di media sosial.
Ketua Panitia Kegiatan, Evita dalam laporan panitia menjelaskan kegiatan ini melibatkan 12 sekolah yakni SMK Taruna, SMAN 1, SMKN 3, SMA Advent,SMK Kasih Rafael , SMK Yapis, SMA YPPGI, SMA YPPK Tiga Raja, SMK Petra, SMA YPK Ebenhaezer,SMKN 1 Mimika dan SMAN 6, dimana setiap sekolah mengutus 5 siswa.
“Kegiatan ini berhubungan dengan hari sumpah pemuda, dengan tujuan agar anak sekolah bisa mengenal lebih dekat tentang karya jurnalistik,” katanya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Mimika yang memberikan support utama dalam kegiatan Pelatihan Jurnalistik ini.
Sementara itu, Ketua JPM, Echie Mnsen mengatakan Jurnalis Perempuan Mimika (JPM) merupakan organisasi profesi yang menghimpun seluruh jurnalis perempuan di Mimika. Anggota JPM sendiri pada umumnya merupakan wartawai yang telah teruji, bukan hanya dari masa kerjanya yang sudah cukup lama, tetapi juga sudah melalui uji kompetensi dengan berbagai tingkat, mulai dari muda, madia hingga utama.
“Karena kami adalah wartawan-wartawan yang telah diuji baik itu dari segi lamanya menjadi seorang jurnalis, juga kompetensi karena telah melalui uji kompetensi wartawan dari Dewan Pers,” terangnya.
Ia juga menjelaskan dalam kegiatan ini, JPM menyuguhkan materi dari para narasumber yang berkompeten dan tentu akan memberikan materi yang baik bagi generasi muda di Mimika.
“Kami juga berterimakasih kepada Pemkab Mimika yang telah mendukung kami. Dan kami juga hadir tentunya mendukung pemerintah, melalui karya tulis dan menjadi corong informasi tentang kinerja pemerintah agar bisa dilihat oleh masyarakat dan sebaliknya pemerintah bisa mendengar atau membaca apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Penjabat Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto Sumito, S.IP. dalam sambutannya sesaat sebelum membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada JPM Mimika, yang menginisiasi kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh JPM ini menjadi momen yang yang sangat menarik karena bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2024.
Ia mengajak para peserta untuk sunggu-sungguh mengikuti kegiatan tersebut, karena akan sangat bermanfaat, terutama dalam kondisi perkembangan teknoligi saat ini, dimana teknologi bisa menjadi ancaman yang serius jika kita tidak bijak dalam penggunaannya.
“Contoh paling dekat adalah handphone, jika kita menggunakannya untuk menulis sesuatu di media sosial dengan sembarangan maka akan berdampak hukum, tetapi sebaliknya ketika kita menulis suatu informasi dengan benar sesuai dengan kode etik yang berlaku maka akan sangat bermanfaat,” tutur Valentinus.
Dalam kesempatan itu Valentinus, juga sharing dengan pelajar, mengenai pengalamannya dalam menulis pada usia yang sama, saat dirinya melakukan hobi mendaki dan ia merangkum pengalamannya melalui tulisan dan tulisan tersebut menarik perhatian salah seorang jurnalis di Makassar, sehingga tulisan itupun dimuat dan dibayar oleh salah satu Koran saat itu yakni Suara Rakyat.
“Saya buat tulisan perjalanan saya saat mendaki karena saya suka mendaki gunung dan itu diambil oleh kakak kelas saya lalu dimuat di koran, dan luar biasa foto itu dimuat di halaman besar dan menarik serta banyak diminati orang,” kenangnya.
Oleh karea itu, ia mengajk pelajar untuk memanfaatkan pelatihan tersebut, agar bisa membuat suatu karya yang bermanfaat bagi banyak orang, baik itu di lingkungan masing-masing, maupun di lingkungan sekolah.
Ditambahkan, jika anak muda paham soal karya jurnalistik maka bisa membantu pemerintah dan memberikan dampak untuk sekolah.
“Semoga anak-anak bisa memahami bagaimana membuat tulisan yang bagus, membagi informasi yang baik bagi banyak orang, bermanfaat bagi banyak orang, dan tidak mendiskreditkan orang,” katanya.
Para pelajar yang mengkuti kegiatan tersebut sangat antusias. Hal itu ditunjukkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke narasumber yang cukup kritis.
Di akhir pelatihan, para peserta juga berlatih menulis berita. (linda)








Tinggalkan Balasan