MENUNJUKKAN – Warga Kampung Timika Pantai memperlihatkan kondisi bangunan klinik yang berada di kawasan rawan banjir rob kepada Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, saat kunjungan reses Tahap II di Kampung Timika Pantai, Senin (14/7/2026). Masyarakat berharap pemerintah membangun atau merelokasi klinik ke lokasi yang lebih aman agar pelayanan kesehatan tidak terganggu saat air laut pasang. (FOTO: Mega Irianti/TimeX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Warga Kampung Timika Pantai berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika segera membangun atau merelokasi klinik kesehatan ke lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir rob.

Pasalnya, bangunan klinik yang ada saat ini kerap terdampak pasang air laut sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan warga saat kunjungan reses Tahap II Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, di Kampung Timika Pantai, Senin (14/7/2026).

Mewakili masyarakat, Sibrandus Tepo mengatakan pelayanan kesehatan di klinik tersebut selama ini sudah berjalan dengan baik.

Namun, kondisi bangunannya dinilai tidak lagi layak karena berada di kawasan yang rawan terendam air laut.

Menurutnya, setiap kali banjir rob terjadi, air dapat masuk ke dalam bangunan dan berpotensi merusak fasilitas kesehatan.

“Kalau air laut naik, bangunan klinik bisa terendam. Akibatnya alat-alat medis dan obat-obatan rusak sehingga pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menuturkan, banjir rob tidak hanya mengancam fasilitas kesehatan, tetapi juga merendam rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Kondisi tersebut telah berlangsung berulang kali dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.

Sibrandus mengatakan, apabila klinik tidak dapat beroperasi akibat banjir, masyarakat terpaksa mencari pelayanan kesehatan ke Puskesmas Atuka atau bahkan ke Kota Timika.

Jarak yang cukup jauh menjadi kendala, terutama bagi warga yang membutuhkan penanganan medis darurat.

“Kalau harus ke Atuka atau Timika, jaraknya cukup jauh. Bagaimana kalau ada warga yang dalam kondisi darurat dan membutuhkan pertolongan cepat,” katanya.

Karena itu, masyarakat berharap Pemkab Mimika segera membangun gedung klinik baru atau merelokasi fasilitas kesehatan tersebut ke lokasi yang lebih aman dari ancaman banjir rob.

Warga menilai keberadaan fasilitas kesehatan yang representatif menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan medis tetap berjalan optimal, sekalipun terjadi pasang air laut.

Menjawab hal ini, Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengatakan aspirasi masyarakat akan menjadi bahan pembahasan bersama pemerintah daerah.

Menerima keluhan masyarakat saat reses tahap II di Timika Pantau, Primus menjelaskan kebutuhan pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas yang harus mendapat perhatian agar masyarakat memperoleh layanan yang layak dan berkelanjutan. (*)

Penulis: Mega Irianti
Editor: Maurits SDP