Dr Leonardus Tumuka (FOTO: DOK/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan DPR Provinsi periode 2024-2029 diharapkan akan menyuarakan tentang perlindungan wilayah adat, yang melekat dengan karakteristik masyarakat akar rumput suku Kamoro.
Demikian disampaikan Dr Leonardus Tumuka, tokoh masyarakat Kamoro, kepada Timika eXpress, saat ditemui di Rumah Kopi Amungme Gold, Sabtu (25/5/2024).
“Kami berharap DPRD dan DPRP yang terpilih bisa berbicara tentang perlindungan wilayah adat terutama hutan lindung wilayah adat, kalau hutan dibabat habis hanya untuk kepentingan pemodal besar maka dampaknya bagi anak cucu,” ujar Leo.
Hal ini ia tegaskan, karena ada aksi pembalakan liar, di wilayah pesisir, tanpa ada pengawasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika tepatnya di Distrik Mimika Barat.
“Pemda harus memastikan hutan Mimika aman dari penebangan liar, karena hutan menyimpan banyak sumber makan yang bisa diperoleh masyarakat Kamoro hingga beranak cucu, karena hanya tiga yang dibutuhkan masyarakat pesisir yaitu hutan, sampan dan sagu,” ucapnya.
Hal inilah yang diharapkan dari masyarakat Mimika, agar pihak DPRD dan DPRP bisa mendengar aspirasi warga, yang meminta kepada Pemda atau instasi terkait, segera meninjau kondisi hutan di Mimika Barat, yang kini terancam kelangsungannya.
“Bila hutan perlahan ditebang, secara tidak langsung ekosistem didalamnya ikut terganggu, jelas dampaknya akan terasa hingga anak cucu, mungkin tidak saat ini, tetapi nanti, sebab cepat atau lambat jika tidak segera diantisipasi dari sekarang,” pungkasnya.(ela)














Tinggalkan Balasan