Komandan Lanud Silas Papare, Mokh. Mukhson. (FOTO: ANTARA)
JAYAPURA, timikaexpress.id – Komandan Lanud Silas Papare, Marsekal Pertama TNI Mokh. Mukhson, mengatakan personel Paskhas TNI AU telah dikerahkan untuk mengamankan 11 lapangan terbang (lapter) di wilayah Tanah Papua yang sebelumnya ditutup akibat gangguan keamanan.
Penutupan lapter tersebut dilakukan setelah insiden penembakan terhadap pesawat milik Smart Air di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, pada 12 Februari lalu yang menewaskan dua awak pesawat.
“Sebanyak 18 personel Paskhas kini ditempatkan di setiap lapter untuk mengamankan dari gangguan kelompok kriminal bersenjata,” kata Mokh. Mukhson di Jayapura, Kamis.
Ia menjelaskan, selain personel Paskhas, pengamanan di sejumlah lapangan terbang tersebut juga akan diperkuat oleh personel TNI AD.
Menurutnya, personel TNI AU telah dikerahkan ke beberapa lokasi lapter yang sebelumnya ditutup, termasuk di Korowai Batu. Namun pihaknya belum dapat memastikan apakah seluruh lapangan terbang tersebut sudah kembali beroperasi secara normal.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menutup 11 lapangan terbang di wilayah Tanah Papua yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Adapun lapangan terbang yang ditutup yakni Satpel Korowai Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Fawi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga.
Penutupan dilakukan setelah kelompok bersenjata yang dipimpin Elkius Kobak menyerang pesawat Smart Air dengan nomor penerbangan PK-SNR saat mendarat di Lapangan Terbang Korowai pada Rabu (12/2).
Dalam insiden tersebut, Pilot Kapten Enggo dan Kapten Baskoro dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak kelompok bersenjata tersebut. (ant)















Tinggalkan Balasan