MENGANTAR – Keluarga dan kerabat mengarak jenazah Listin Atis Sam ke rumah duka di Komplek Patriot Telkomsel, Dekai, Yahukimo (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)
YAHUKIMO, TIMIKAEXPRESS.id – Seorang pelajar SMK Negeri 2 Dekai dilaporkan tewas dalam sebuah ledakan yang terjadi di kawasan permukiman warga di Jalan Gunung, Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (25/11/2025) malam.
Ledakan tersebut juga menyebabkan seorang warga mengalami luka.
Informasi itu disampaikan seorang pemuda sekaligus saksi mata, Lemius Mirin, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Wamena, Jayawijaya, Rabu (26/11/2025).
Menurut Mirin, ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIT dan diduga berasal dari sebuah perangkat drone.
Ia menyebut kejadian berlangsung di area penggalian Jalan Gunung yang berada di dekat permukiman penduduk.
“Korban yang meninggal adalah Listin Atis Sam, siswa SMK Negeri 2 Dekai. Sementara Yundinus Dapla adalah warga sipil yang terluka,” kata Mirin.
Ia mengklaim bahwa sebelum ledakan, ia melihat beberapa anggota aparat sedang mengoperasikan drone di kawasan tersebut.
“Drone itu berputar beberapa kali di udara lalu terjadi ledakan di rumah warga,” ujarnya.
Pernyataan ini belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang.
Mirin menuturkan, setelah mendengar suara keras, ia bersama beberapa warga lainnya mendatangi lokasi kejadian.
“Satu korban meninggal saat dibawa ke RSUD Dekai dan satu lagi mengalami luka,” katanya.
Jenazah Listin kemudian dipulangkan ke rumah duka di Kompleks Patriot, Telkomsel Dekai, dan dimakamkan pada Kamis.
Mirin bersama sejumlah pemuda setempat meminta agar aparat menghentikan penggunaan peralatan yang berpotensi membahayakan warga di kawasan pemukiman.
Ia juga menyerukan Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk mengevaluasi keberadaan pos-pos pengamanan di sekitar Jalan Gunung.
Hal senada disampaikan Alipia Yalak, salah satu kepala suku.
Ia menyatakan masyarakat merasa resah karena aktivitas aparat di sekitar permukiman dirasa mengganggu kenyamanan warga.
“Kami minta pemerintah mengosongkan pos-pos itu. Kalau aparat mau melakukan operasi keamanan, silakan dilakukan di wilayah yang jauh dari pemukiman,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari TNI maupun Polri mengenai kronologi ledakan, penyebabnya, maupun keterangan terkait dugaan penggunaan drone sebagaimana disampaikan saksi mata.
Pihak media masih berupaya mengonfirmasi lembaga terkait. (*/)














Tinggalkan Balasan