KANTOR SAR Timika (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Sepanjang Januari hingga Juni 2024, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Timika telah menangani 12 kasus kecelakaan baik yang terjadi di laut maupun sungai.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L. M. Randang melalui Kasubsie Operasi dan Siaga SAR Timika, Charles Y. Batlajery kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Rabu (12/6) mengatakan, pihaknya telah menangani 12 kasus selama Januari hingga Juni 2024.
“Jadi triwulan I, kita tangani 7 kasus yaitu kecelakaan longboat terbalik di muara Puriri pada 16 Januari 2024. Pada saat itu, ada 3 orang POB didalam longboat tersebut, 2 orang POB ditemukan selamat dan 1 meninggal dunia,” jelasnya.
Pada 19 Januari 2024, terjadi lagi kecelakaan longboat di muara Puriri. Ada 5 orang POB didalam longboat tersebut dan semuanya selamat.
“Pada 4 Februari 2024, KM. Bayu Santosa terbakar akibat disambar petir di perairan Amar. Ada 13 POB didalam KM. Bayu Santosa, 12 orang POB ditemukan selamat sedangkan satunya dilaporkan hilang,” jelasnya.
Pada 8 Februari 2024, longboat double engine terbalik di muara Omaoga. Dalam peristiwa tersebut terdapat 3 orang POB didalam longboat, 1 orang POB ditemukan selamat dan 2 orang dilaporkan hilang.
Pada 17 Februari 2024, sebuah perahu susun kandas di kelapa satu, muara Omaoga, Timika. Pada saat itu, terdapat 29 orang POB didalam perahu susun tersebut dan semuanya ditemukan dalam keadaan selamat.
Selanjutnya, pada 27 Februari 2024, telah terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) yaitu satu anggota Panwas Pemilu hilang di hutan Potowaiburu. Namun berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
“Pada 10 Maret 2024, sebuah longboat mesin 40 PK mengalami mati mesin di muara Pomat, Kabupaten Asmat. Pada saat itu, ada 10 orang POB didalam longboat tersebut dan semuanya ditemukan dalam keadaan selamat,” jelasnya.
Sementara triwulan II, SAR Timika telah menangani 5 kasus yaitu pada 22 April 2024, terjadi kondisi membahayakan manusia (KMM) yaitu satu anak kecil terjatuh kedalam kali di Jalan Pendidikan, dan ditemukan meninggal dunia.
“Pada 24 April 2024, terjadi kecelakaan kapal MOB ABK Papua Jaya 02 di perairan Timika. Ada satu orang didalam kapal tersebut dan dilaporkan hilang hingga saat ini,” jelasnya.
Pada 11 Mei 2024, terjadi lagi KMM yaitu satu orang TKBM terjatuh akibat miras di Pelabuhan Poumako. Ketika dilakukan pencarian, satu orang POB tersebut ditemukan meninggal dunia.
Kemudian pada 12 Mei 2024, sebuah longboat double engine menabrak pohon Mangrove di Utamapare Timika. Didalam longboat ada 2 orang POB dan beruntungnya mereka selamat.
Selain itu, pada 3 Juni 2024 kemarin, sebuah longboat bermesin 40 PK kehabisan BBM dan terdampar di Pulau Mandais, Kabupaten Kaimana. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang POB didalam longboat tersebut dan semuanya ditemukan selamat.
“Jadi selama Januari hingga Juni 2024 ini, ada 84 orang yang mengalami kecelakaan di laut dan 1 orang di kali. 78 orang diantaranya ditemukan selamat, 3 orang ditemukan meninggal dunia, dan 3 orang lainnya dilaporkan hilang hingga saat ini,” jelasnya.
Selain itu, Charles pun menghimbau kepada semua masyarakat Timika agar melakukan aktivas di laut maupun di kali harus lebih waspada dan hati-hati.
“Sebelum melakukan aktivitas di laut, sebaiknya pastikan kondisi laut dan perahu serta mesin yang akan digunakan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan di kali, sebaiknya dipastikan kondisi kali terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas,” imbuhnya. (glt)














Tinggalkan Balasan