AKP Fajar Zadiq (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika masih terus mendalami pelaku pengedar uang palsu pecahan Rp. 100.000 yang belakangan ini terus beredar di tengah masyarakat di Kota Timika.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq kepada Timika eXpress via ponsel pada Selasa (30/7) mengatakan pelaku pengedar uang palsu itu masih terus didalami.
“Beredarnya uang palsu itu, kita masih terus berupaya dan mendalami pelakunya,” jelasnya.
Dikatakannya, modus pelaku adalah dengan berpura-pura menukar uang.
“Pelaku kasih uang dengan pecahan Rp100.000 dan membeli barang hanya dengan harga Rp5000 saja, sehingga pemilik kios kembalikan uang asli sebanyak Rp 95.000,”katanya.
Ditambahkannya, ciri-ciri pelaku telah dikantongi dan akan diselidiki guna memastikan pelakunya.
“Pemilik kios sudah sebutkan ciri-ciri pelaku, tetapi kita masih dalami dan selidiki,” jelasnya.
Dalam berita sebelumnya, salah seorang sopir mobil kanvas atau sales barang di Kota Timika menjadi korban penipuan uang palsu pecahan Rp100.000 oleh seorang pria yang belum diketahui identitasnya di salah satu kios di Jalan Ahmad Yani, Distrik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah pada 21 Juli 2024.
Bude Sri yang merupakan pemilik salah satu kios di Jalan Ahmad Yani mengaku, belum lama ini sopir kanvas yang sempat datang ke kiosnya menjadi korban penipuan uang palsu.
Dijelaskannya, awalnya korban mengantar barang dan tak lama kemudian datanglah seorang pria berusia sekitar 60 tahun untuk menukar uang.
“Pria tua tersebut sempat minta untuk menukar ke saya karena kebetulan tidak ada dan korban mendengar sehingga ia menawarkan untuk menukar dengan uangnya,” katanya.
Setelah pulang, sang sopir pun langsung menyerahkan semua uang hasil jualan kepada bosnya. Saat diperiksa bosnya memberitahukan kalau dari sekian banyak uang ada satu lembar uang seratus ribu palsu.
“Saya hafal wajah pria yang menukar uang palsu tersebut. Dan memang banyak kios di sekitar ini yang menjadi korban peredaran uang palsu. Tapi sejak empat hari lalu, orang itu sudah tidak kelihatan lagi. Ada juga beberapa kios di sini yang terima uang palsu, dan polisi sudah datang dan mengambil uang palsu itu,” jelasnya. (glt)














Tinggalkan Balasan