TERBAKAR – Empat petakan milik Bude Ursek usai terbakar di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Kamis (11/7). (FOTO: DOK/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Cika yang diduga sebagai pelaku pembakaran terhadap Ipai Hidayat selaku pacarnya hingga merambat ke empat petakan milik Bude Ursek di Jalan Imam Bonjol, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, pada 11 Juli 2024 bebas dari jeratan hukum.

Hal tersebut berdasarkan kesepakatan setelah polisi memfasilitasi pertemuan pada 16 Juli 2024 lalu.

Kapolsek Kuala Kencana, Iptu Stefanus Yimsi melalui Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Yusak Sawaki kepada Timika eXpress via ponsel pada Selasa (23/7) mengatakan, kasus kebakaran tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan pada 16 Juli 2024 kemarin.

“Kasus itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan, pelakunya sudah dipulangkan dan proses hukumnya tidak dilanjutkan lagi,” jelasnya.

Walaupun Cika dibebaskan dari jeratan hukum, kata dia, namun Bude Ursek (pemilik petakan) merasa dirugikan sehingga ia meminta ganti rugi dan pihak keluarga Cika hanya menyanggupi ganti rugi sebesar Rp90 juta.

“Meski sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kita berharap kedepannya tidak ada lagi permasalahan antar kedua belah pihak,” jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, pada Kamis (11/7) sekitar pukul 16.00 WIT kebakaran terjadi di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Karang Senang, SP 3, Distrik Kuala Kencana.

Kebakaran itu terjadi setelah Ipai dan Cika cekcok mulut. Hingga akhirnya Cika terbawa emosi dan menyiram sang suami dengan satu botol minyak Pertalite yang mengakibatkan empat petakan milik Bude Ursek ludes dilalap si jago merah.

Dewi yang merupakan temannya Cika mengaku, keduanya tinggal bersama-sama dengan dirinya di petakan nomor 1 baru satu bulan.

“Pada saat Cika siram Ipai itu, saya lagi didalam kamar. Jadi, saya pikir mereka bertengkar biasa saja, karena kan mereka masih pacaran dan baru mau rencana nikah, jadi saya tidak mau ikut campur,” jelasnya.

Dewi pun mengaku sempat melihat celana Ipai terbakar saat lari ke arah dapur.

“Pada saat saya keluar dari kamar, ternyata api sudah mulai membesar. Saya panik dan langsung gendong dua anak saya dan lari keluar dari petakan itu,” jelasnya.

Sementara itu, Rinto yang merupakan penghuni petakan nomor 2 mengatakan, semua barang miliknya habis dibakar api.

“Semua barang saya habis terbakar, memang sempat kita berusaha untuk selamatkan, tapi api berkobar dengan cepat, makanya semua barang habis terbakar. Beruntung ada dua unit mobil pemadam kebakaran yang datang untuk padamkan api ditambah dengan bantuan warga sekitar, sehingga api tidak tersebar ke rumah warga sekitar. sekitar pukul 16.45 WIT, api berhasil dipadamkan,” jelasnya.

Pemilik petakan, Bude Ursek mengaku, sempat melihat Cika membeli Pertalite satu botol dari luar dan membawa masuk ke dalam petakan nomor 1 tersebut.

“Jadi, pada saat itu Ipai sedang tidur di atas kasur sambil merokok, tiba-tiba Cika siram Ipai dengan Pertalite, sehingga api berkobar dengan cepat ke tiga petakan yang lain,” jelasnya.

Bude Ursek pun mengaku empat petakan miliknya itu semuanya habis terbakar, hanya tinggal dinding-dinding petakan saja.

“Saya sangat rugi sekali, karena petakan ini saya bangun parmanen semenjak Tahun 2006 lalu, dan hanya inilah petakan saya satu-satunya. Saya bingung harus bagaimana lagi. Kerugian saya akibat kebakaran ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah,” pungkasnya. (glt)