Elisabeth Cenawatin, Kepala Disparbudpora Mimika. (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika menerbitkan 1.537 buku cerita bergambar Alkitab berbahasa Amungme dan Kamoro. Penerbitan ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan dan pelestarian bahasa lokal yang kini terancam punah.

Kepala Disparbudpora Mimika, Elisabeth Cenawatin, mengatakan buku tersebut memuat kisah Alkitab mulai dari kelahiran hingga kematian Tuhan Yesus, yang dikemas dalam bahasa dan ilustrasi yang ramah anak.

“Penerbitan buku cerita bergambar ini merupakan langkah menjaga dan melestarikan bahasa Amungme dan Kamoro, agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Total dicetak 1.537 eksemplar,” ujarnya.

Selain mendukung pelestarian bahasa daerah, Elisabeth menambahkan, buku tersebut juga diharapkan dapat menjadi media pembentukan karakter dan moral bagi anak-anak sesuai ajaran Kristiani.

“Kami berharap kisah Tuhan Yesus yang disajikan dalam buku ini dapat membangun karakter kuat dan moral yang baik bagi generasi penerus,” katanya.

Ribuan buku ini akan dibagikan ke seluruh sekolah dasar (SD) di Mimika, termasuk wilayah pesisir dan pegunungan, sebagai materi ajar muatan lokal.

“Buku ini akan menjadi bahan pengajaran muatan lokal di semua SD,” jelasnya.

Sebelumnya, Disparbudpora telah menggelar lokakarya yang menghadirkan tokoh adat Amungme dan Kamoro, serta narasumber dari Kementerian Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Papua.

“Proses ini sudah melalui kajian selama dua tahun, dan tahun ini kami mulai pencetakannya,” pungkas Elisabeth. (via)