5 Warga Binaan Masih Berkeliaran
Kantor Lapas Kelas II B Timika (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Tim dari Kakanwil Provinsi Papua akan melakukan normalisasi manajemen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika, setelah terjadi kasus penganiayaan yang dilakukan oleh satu oknum petugas Lapas Kelas II B Timika terhadap satu warga binaan beberapa waktu lalu.
Plt. Kalapas Kelas II B Timika, Jimreves Muloke kepada Timika eXpress di ruang kerjanya pada Kamis (6/6) mengatakan, dirinya bersama dua pegawai lainnya akan melakukan normalisasi di Lapas Kelas II B Timika.
“Saya selaku Plt. Kalapas dan Yopie Febri Rohmadi selaku Kasie Binadik serta Yohanis Sabami selaku Plt. KPLP semenjak 27 Mei 2024 ditunjuk sebagai tim normalisasi di Lapas Kelas II B Timika sambil menunggu SK definitif Kalapas baru dari Kementrian Hukum dan HAM,” jelasnya.
Plt. Kasie Bimbingan Napi, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik), Yopie Febri Rohmadi menambahkan, normalisasi awal yaitu melakukan apel fisik sekaligus mengecek jumlah warga binaan di Lapas Kelas II B Timika.
“Untuk tahap normalisasi dan pemulihan ini, ada langka-langka strategis yang kita lakukan yaitu pembinaan internal, karena kegiatan pembinaan selama ini tidak berjalan sama sekali termasuk administrasi tidak berjalan dengan baik. Sehingga kita akan fokus lakukan pembenahan manajerialnya, SDM, dan kedisiplinan, karena selama ini juga tidak ada apel sama sekali,” jelasnya.
Selain itu, warga binaan yang selama ini tidak pernah ikut kegiatan jasmani dan rohani serta keterampilan, akan dirangkul kembali untuk aktif dalam mengikuti kegiatan.
“Kemarin kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan akan diundang dalam kegiatan pembinaan terhadap warga binaan. Kemarin juga kita sudah berkoordinasi dengan DLH, sehingga diberikan satu truk pengangkut sampah dan kedepannya akan dilakukan pelatihan bagaimana mengelola sampah menjadi kompos,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan satu pelatihan khusus untuk warga binaan perempuan di Lapas Kelas II B Timika.
“Kita akan siapkan salon kecantikan dan pelatihan pembuatan kue. Sedangkan warga binaan laki-laki, kita akan budi daya ikan Lele dan pengelasan serta perkebunan,” jelasnya.
Yopie juga menambahkan, walaupun Lapas Kelas II B Timika merupakan instansi vertikal yang terbuka terhadap semua orang.
“Kita selalu terbuka terhadap siapa saja yang peduli terhadap pemasyarakatan, sehingga warga Timika bisa memberikan solusi terbaik untuk Lapas Kelas II B Timika. Karena kami disini membina warga masyarakat Timika dan butuh perhatian dari Pemda Mimika,” jelasnya.
Selain itu, Yopie pun menegaskan bahwa kedepannya tidak ada kekerasan terhadap warga binaan di Lapas Kelas II B Timika.
“Kita sudah lakukan briefing kepada semua staf dan petugas penjagaan bahwa tidak ada lagi tindakan kekerasan terhadap warga binaan. Kemudian petugas yang melakukan tugasnya dengan mengkonsumsi miras, jika ditemukan maka akan ditindak tegas,” jelasnya.
Selain itu, ada beberapa warga binaan yang selama ini masih berkeliaran di luar tahanan, sehingga pihak Lapas Kelas II B Timika pun akan melakukan pendekatan kepada keluarganya agar segera mengantar warga binaan tersebut ke Lapas.
“Ada 5 warga binaan yang masih berkeliaran di luar, sehingga kami sudah berupaya untuk melakukan pendekatan dengan keluarganya untuk menyerahkan kembali ke Lapas, kalau tidak maka kita akan jemput paksa,” jelasnya. (glt)














Tinggalkan Balasan