KORBAN – Tampak jenazah korban Melianus Weni Gerimu saat berada di rumah duka di RT 11, SP 1, Timika, Rabu (3/7). (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Jenazah Pendeta Melianus Weni Gerimu (63) yang menjadi korban bentrok antar dua kelompok warga di Kenyam, Kabupaten Nduga pada Selasa (2/7) direncanakan akan diberangkatkan ke kampung halamannya di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (4/7).

Hal itu disampaikan oleh AT yang merupakan salah seorang keluarga korban kepada Timika eXpress di rumah duka, SP 1 pada Rabu (3/7).

Dikatakannya, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di Alor, sehingga jenazah harus dikirim ke kampung halamannya.

“Besok pagi, jenazah harus dikirim menggunakan Pesawat Batik Air untuk dimakamkan di Alor, NTT,” jelasnya.

Dijelaskannya, korban ini berprofesi sebagai seorang pendeta dan juga guru di sekolah agama yang ada di Kabupaten Nduga.

“Kemarin itu perang mulai pukul 08.00 WIT. Pada saat itu, ada beberapa orang pendeta yang turun berdoa di jalanan untuk menghalau masa agar berhenti berperang, tetapi busur dan anak panah terus menghampiri para pendeta tersebut,” jelasnya.

Tak lama kemudian, korban ditemukan di pinggir jalan sudah dalam keadaan meninggal dunia, tepatnya disekitar Tugu Salib di Kenyam.

“Jenazah korban awalnya ditemukan oleh Pj Bupati Nduga, Elai Giban dan Kapolres Nduga, AKBP  V. J Parapaga dan langsung mengangkat jenazah korban ke mobil untuk dievakuasi ke RSUD Nduga,” jelasnya.

Pada saat perang, menurutnya semua masyarakat mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman dan yang berada di TKP hanyalah anggota TNI-Polri.

“Setelah kejadian, kita pun langsung melakukan koordinasi dengan Pj Bupati, Kapolres Nduga dan Dandim, sehingga jenazah korban Melianus Weni Gerimu dan jenazah korban Abraham Runga dievakuasi ke Timika. Dan tadi sekitar pukul 10.26 WIT kedua jenazah tiba di Timika menggunakan Pesawat Caravan PK-SNW dan PK-SNA,” jelasnya.

AT pun berharap, agar kejadian seperti ini kedepannya tidak terulang lagi kedepannya.

“Kami datang merantau di Kenyam ingin membangun daerah Nduga kedepannya dengan hidup aman dan nyaman. Untuk keamanan, kita tidak bisa serta merta berharap kepada Pemda Nduga dan TNI-Polri, tetapi kalau kita bisa menjaga keamanan dalam diri kita masing-masing, maka Kabupaten Nduga kedepannya pasti akan aman dan terkendali,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom, saat dikonfirmasi Timika eXpress pada Rabu (3/7) membenarkan kejadian tersebut.

Kejadian itu berawal pada Selasa (2/7) sekitar pukul 11.45 WIT. Dimana dua kelompok warga melakukan aksi saling serang di depan rumah Sekda Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan.

“Tidak berselang lama, dua orang dievakuasi setelah mendapatkan penyerangan dari kubu yang sedang bertikai,” jelasnya.

Keduanya bernama Melianus Weni Gerimu selaku Pendeta Gereja. Beliau mengalami luka bacok dileher dan jari putus. Sedangkan Abraham Runga (51) mengalami luka bacok di kepala juga. Keduanya meninggal dunia di TKP.

Aparat gabungan pun langsung mengevakuasi kedua korban tersebut ke RSUD Kenyam guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

“Saat ditelusuri kembali oleh tim, selain dua orang itu, ada satu orang yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Kami masih selidiki identitas dan penyebabnya kematiannya,” jelasnya.

Kapolres Nduga, AKBP V.J Parapaga mengatakan, personel menyita beberapa peralatan seperti alat perang berupa busur dan panah dari kedua kelompok tersebut.

‘Saat ini sejumlah personel disiagakan di lokasi untuk kejadian guna mengantisipasi bentrok susulan dari kedua kelompok masyarakat tersebut. Untuk saat ini, situasi sudah mulai kondusif,” pungkasnya. (glt)