TERBENGKALAI – Pasar Mapurjaya yang dibiarkan terbengkalai dan dipenuhi rerumputan (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Pasar Mapurjaya di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, yang dibangun dengan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) 2022 sebesar Rp1,9 miliar, kini terbengkalai. Pasar dengan 19 los tersebut sempat beroperasi pada awal 2023, namun sejak April tahun lalu sudah ditinggalkan pedagang.
Pantauan di lokasi, los pasar dipenuhi rerumputan, tanpa ada aktivitas perdagangan maupun perawatan aset milik Pemkab Mimika itu.
Plt. Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, mengakui pihaknya terkendala anggaran untuk mengelola pasar tersebut.
“Pada 2023, Disperindag sudah menyerahkan pengelolaan pasar kepada distrik. Walau tanpa dana, saya sempat berupaya mengaktifkan pasar, termasuk koordinasi dengan Dishub Mimika agar membuka trayek angkutan umum Timika–Poumako. Tapi upaya itu tidak ditindaklanjuti oleh kadistrik sebelumnya,” jelas Bakri saat ditemui di Timika, Rabu (27/8).
Ia menambahkan, sepinya pembeli dan lokasi pasar yang dinilai tidak strategis turut membuat aktivitas perdagangan terhenti.
Kondisi itu diperparah dengan hilangnya sejumlah inventaris serta kerusakan fasilitas pasar.
“Kami terkendala dana untuk mengaktifkan kembali pasar Mapurjaya. Tahun ini kami akan berupaya menghidupkan lagi pasar itu, tentu dengan dukungan anggaran Pemkab Mimika,” ujarnya. (via)














Tinggalkan Balasan