Iptu Fajar Zadiq (FOTO: GREN/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Seorang bocah perempuan dibawah umur berinisial KPK (7) yang masih duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar (SD) menjadi korban pencabulan oleh AB (54) yang merupakan tukang ojek langganannya di kawasan Gorong-gorong, Kelurahan Koperapoka, Distik Mimika Baru, Mimika-Papua Tengah pada 6 Juni 2024 lalu.

Pelaku dan korban diketahui tinggal di tempat yang sama yaitu kos-kosan, tetapi beda blok. Pelaku tinggal di blok atas, sedangkan korban di blok bawah.

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq kepada awak media diruang kerjanya pada Sabtu (22/6) mengatakan bahwa aksi pelaku ini diketahui usai ibu korban menegur pelaku yang saat itu memegang hp, namun saat ditegur aksinya mencurigakan, atas dasar itulah ibu korban langsung bertanya pada anaknya.

Dijelaskan, pada pukul 13.00 WIT, ibu korban berinisial  MH (44) sedang keluar rumah untuk membeli Sembako di salah satu toko dan meninggalkan korban dan pelaku di dalam rumah.

Berselang beberapa menit, MH kembali dan mendapati pelaku sedang menonton hp-nya dan tiba-tiba panik dan langsung mengantongi hp-nya.

Sehingga MH bertanya kepada pelaku, “kamu ngapain di sini dan nonton apa itu?” Pelaku pun menjawab tidak apa-apa dan langsung pergi.

Tindakan pelaku ini membuat MH makin curiga dan langsung bertanya ke anaknya.

“Tadi kamu nonton apa? Korban pun menjawab bahwa pelaku kasih nonton film dewasa,” jelas Kasat Reskrim menirukan.

Kasat Reskrim menambahkan, berdasarkan pengakuan korban bahwa pelaku juga sering memaksa korban untuk memegang kemaluan korban dan sudah berulang kali dilakukan.

Atas kejadian tersebut, ibu korban melaporkan ke Polisi dan pelaku sudah ditangkap dan sedang diamankan di Polres Mimika di Mile 32.

“Ibu korban tidak terima dan melapor kepada kami, sehingga pelaku kami tangkap pada malam harinya, dan saat ini pelaku sudah kita amankan di Rutan Polres Mimika di Mile 32. Pelaku juga megakui perbuatannya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Fajar berharap kepada orang tua agar selalu memberikan pengawasan kepada anak-anaknya dan selalu diajak komunikasi, sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi. (glt)