Bahlil Lahadalia (FOTO: ANTARA/TIMEX)

JAKARTA, TIMIKAEXPRESS.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan dalam waktu dekat akan bertemu dengan manajemen Freeport McMoran, induk PT Freeport Indonesia (PTFI), untuk membahas divestasi atau pelepasan saham kepemilikan di Indonesia.

“Dalam waktu dekat saya akan bertemu dengan manajemen Freeport McMoran,” kata Bahlil saat ditemui di Jakarta, Rabu (17/9).

Ia mengungkapkan, berdasarkan negosiasi awal pemerintah, Indonesia berpotensi mendapatkan tambahan saham lebih dari 10 persen. “

Saya tidak menyebutkan angka pastinya. Yang jelas, negosiasi awal kami 10 persen. Tapi ada potensinya di atas 10 persen,” ujarnya.

Menurut Bahlil, pertemuan lanjutan dengan pihak PTFI dijadwalkan sore ini untuk mematangkan kesepakatan.

Sebelumnya, ia telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait peluang peningkatan kepemilikan saham Indonesia di PTFI melebihi rencana awal 10 persen.

“Saya dipanggil Presiden untuk ditanyakan tentang kesepakatan. Tadinya kita sepakat penambahan saham 10 persen Freeport, tetapi negosiasi berkembang yang insya Allah lebih dari itu,” katanya.

Bahlil menjelaskan, negosiasi divestasi ini merupakan bagian dari pembahasan perpanjangan kontrak operasi tambang.

“Berapa pastinya akan kami umumkan setelah proses penandatanganan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo meminta agar komunikasi dengan manajemen Freeport dipercepat.

Bahlil juga memastikan valuasi tambahan saham yang ditawarkan relatif murah karena nilai buku aset Freeport dinilai sudah sangat tipis.

“Untuk 10 persen lebih, biayanya sangat murah. Karena valuasi asetnya kita anggap sudah nilai bukunya sangat tipis sekali. Tetapi itu kan berlaku sampai dengan 2041,” kata Bahlil.

Ia menegaskan, peluang ini penting sebagai langkah strategis memperkuat penguasaan negara atas sumber daya alam nasional.

Pemerintah sendiri berencana memperpanjang izin tambang PT Freeport Indonesia selama 20 tahun hingga 2061, melampaui kontrak saat ini yang berlaku sampai 2041. (ant)