FOTO BERSAMA – Hakim Pengadilan Negeri Kota Timika, Erzha Caesar Ainul Habian, foto bersama usai memberikan edukasi hukum kepada siswa di wilayah pesisir Mimika. (Foto: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Komitmen menghadirkan keadilan hingga ke wilayah terpencil kembali ditunjukkan Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika.

Dengan menempuh perjalanan laut selama tujuh hingga sembilan jam, hakim PN Timika, Erzha Caesar Ainul Habian, turun langsung memberikan edukasi hukum kepada anak-anak di kawasan pesisir Mimika.

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 April 2026 ini menyasar siswa sekolah dasar dan menengah di Kampung Potowayburu, Distrik Mimika Barat Jauh, serta Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, PN Timika memberikan sosialisasi mengenai perlindungan anak, meliputi bahaya kekerasan fisik, non-fisik seperti perundungan, hingga ancaman kekerasan seksual yang dapat berdampak pada masa depan dan tumbuh kembang anak.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai hak-hak mereka secara hukum serta pentingnya menjaga diri demi masa depan yang lebih baik,” demikian rilis resmi PN Kota Timika.

Bagi anak-anak di Kampung Potowayburu, kehadiran perwakilan PN Timika menjadi momen langka dan penuh haru.

Letak geografis yang terpencil membuat kunjungan pejabat negara jarang terjadi. Antusiasme siswa terlihat jelas, disertai harapan agar perhatian serupa dapat terus hadir di wilayah mereka.

Di Kampung Uta, Erzha juga berdialog langsung dengan para siswa mengenai cita-cita mereka.

Banyak di antara anak-anak tersebut bercita-cita menjadi aparat penegak hukum, seperti polisi, Brimob, hingga TNI.

Salah satu momen yang menyentuh terjadi ketika seorang siswa menyampaikan alasan sederhana namun penuh makna.

“Kami mau jadi Brimob supaya bisa jaga Bapak Hakim dan Bapak Hakim bisa betah di sini,” ucapnya polos.

Menutup kegiatan, Erzha berpesan agar para siswa terus rajin belajar, menjaga diri, serta menjauhi tindakan yang melanggar hukum demi meraih cita-cita.

“Saya berpesan agar anak-anak terus semangat belajar dan tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum,” ujarnya.

Kehadiran PN Timika di wilayah pesisir ini bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga menjadi simbol bahwa negara hadir hingga ke ujung wilayah, memastikan edukasi hukum dan perlindungan anak menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (*)