MENUNJUKKAN – Kanit Reskrim Polsek Mimika Timur, Ipda Mikson J. Kafiar menunjukan tali yang digunakan korban AT mengakhiri hidupnya pada Kamis (25/7/2024). (FOTO: IST/TIMEX)
TIMIKAEXPRESS.id – Seorang siswi salah satu SMP swasta di Kabupaten Mimika, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya yang terletak di RT 02, Kampung Ayuka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah pada Kamis (25/7/2024) sekitar pukul 10.22 WIT.
AT, siswi SMP tersebut tanpa berpikir panjang mengakhiri hidupnya secara tragis hanya karena persoalan sepeleh.
Dari informasi yang dihimpun, disebutkan korban awalnya meminta pindah sekolah, namun tidak disetujui oleh kedua orang tuanya, sehingga AT melakukan tindakan di luar dugaan hingga mengagetkan warga sekitar.
Sebab, AT kini tengah duduk di bangku kelas IX SMP Taruna.
Korban pertama kali ditemukan oleh ibu kandungnya sendiri, dalam keadaan sudah tidak berdaya dengan banyak cairan keluar dari mulutnya.
Kapolsek Mimika Timur, AKP Matheus Tanggu Ate kepada Timika eXpress, Kamis (25/7), menerangkan informasi awal diterima pihaknya dari Sertu Slamet selaku Babinsa Kampung Ayuka.
Sertu Slamet menerangkan bahwa AT meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumahnya.
Saksi Tius Nimaipa (30) mengatakan, korban setelah bangun pagi sekitar pukul 07.00 WIT, terus berkomunikasi dengan kedua orang tuanya kalau dirinya (AT-Red) mau pindah sekolah.
Namun, kedua orang tuanya mengatakan,
“jangan dulu, karena sudah kelas 3 SMP, nanti kalau sudah tamat langsung pindah sekolah,” jelas Tius.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 08.20 WIT, ibu kandung korban begitu kaget dan shock saat menuju kamar mandi hendak mandi, ia mendapati putrinya dalam posisi gantung diri di salah satu tiang dapur rumah mereka.
“Waktu mamanya (ibu korban-Red) tiba di dapur, ia melihat korban dengan leher tergantung pada seutas tali yang diikat pada tiang dapur,” ujar Tius.
Sontak, ibu korban pun menangis histeris, sehingga saksi bersama keluarga dan tetangga sekitar menghampiri korban.
“Jadi, mamanya sendiri yang putuskan tali dengan pisau, setelah itu ia menurunkan korban,” jelasnya.
Hanya saja saat itu korban dalam keadaan lemas sudah tidak lagi bernafas.
Keluarga korban pun bergegas membawa korban ke Puskesmas Ayuka dengan harapan bisa mendapat pertolongan medis.
Namun, oleh petugas Puskesmas Ayuka mengarahkan pihak keluarga supaya membawa AT ke RSUD Mimika guna penanganan lebih intensif.
Sayangnya, setibanya di IGD RSUD Mimika, AT dinyatakan sudah meninggal dunia.
Saat itu jenazah korban langsung dipulasara dan dibawa untuk disemayamkan oleh keluarga di rumah duka RT 02, Kampung Ayuka, untuk selanjutnya dimakamkan. (glt)














Tinggalkan Balasan