JUARA UMUM – Tim Rescue PT Freeport Indonesia (PTFI) Kamoro dan Amungme meraih juara umum pertama dan kedua dalam ajang Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 yang ditutup di Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) keluar sebagai juara umum Indonesian Fire & Rescue Competition (IFRC) ke-8 Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 25–31 Oktober 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui dominasi Tim Rescue Kamoro yang berhasil meraih posisi pertama pada tujuh dari delapan kategori yang dipertandingkan.
Juara umum kedua diraih Tim Amungme PTFI, sedangkan posisi ketiga ditempati PT Hengjaya Mineralindo.
Hasil ini sekaligus menunjukkan capaian kedua tim PTFI dalam kompetisi yang mempertemukan personel pemadam kebakaran dan penyelamat dari berbagai perusahaan energi dan pertambangan di Indonesia.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan IFRC tidak semata-mata diukur dari hasil kompetisi atau gelar juara.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi para personel penyelamat untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menangani berbagai situasi darurat.
“Bukan soal juaranya yang diutamakan, melainkan bagaimana kita saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam menangani penanggulangan darurat (fire and rescue) agar aspek keselamatan menjadi hal pokok di setiap operasional pertambangan,” kata Tony usai penutupan IFRC 2026 di Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (31/10/2026).
Pengumuman pemenang sekaligus penutupan IFRC 2026 dihadiri Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, Bupati Mimika Johannes Rettob, Ketua Umum Perhimpunan Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (Pertapindo) Sri Rahardjo, serta perwakilan Direktorat Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Kompetisi bertajuk “Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia” ini diikuti 136 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan energi dan pertambangan.
Selama sepekan, para peserta menguji kemampuan teknis, ketahanan fisik, kedisiplinan, serta kekompakan tim melalui berbagai simulasi keadaan darurat.
Delapan kategori yang dipertandingkan meliputi Firefighter Competency Test (FCT), Road Accident Rescue (RAR), Confined Space Rescue (CSR), High Angle Rescue (HAR), Structural Fire Fighting (SFF), Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), Underwater Rescue and Recovery (UWRR), serta Firefighter Combat Challenge (FCC).
Tim Kamoro PTFI berhasil meraih posisi pertama pada tujuh kategori, yakni RAR, HAR, CSR, SFF, CSSR, UWRR, dan FCC. Sementara pada kategori FCT, Kamoro menempati posisi Runner-Up 1.
Tim Amungme PTFI juga mencatatkan prestasi dengan meraih posisi kedua pada kategori CSR dan UWRR serta posisi ketiga pada kategori SFF. Tim ini juga menempati sejumlah posisi runner-up pada kategori lainnya.
Selain penghargaan untuk setiap kategori, panitia memberikan sejumlah penghargaan individu dan khusus. The Best First Aider diraih Kamoro Team PTFI, sedangkan The Best Spirit diberikan kepada PT INALUM. Penghargaan The Best Performance diberikan kepada Tim Amungme dan Kamoro PTFI.
Adapun The Best Captain diraih Kapten Kamoro Team PTFI, Randy Julius.
Daftar Lengkap Juara IFRC 2026

Tony mengatakan, kompetisi yang melibatkan perusahaan pertambangan dan energi tersebut berlangsung lancar. Menurut dia, IFRC menjadi ruang pembelajaran bagi para personel untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya keselamatan kerja dan penanganan keadaan darurat.
Selain menjadi ajang kompetisi, IFRC 2026 juga mendorong sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan.
Keterampilan dan pengalaman yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat di lingkungan kerja masing-masing.
Komitmen terhadap keselamatan juga disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno. Ia menegaskan bahwa keselamatan personel harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan penyelamatan.
“Tidak ada piala atau gelar juara yang lebih berharga daripada keselamatan setiap personel,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i mengapresiasi keterampilan dan kesiapsiagaan para personel rescue yang terlibat dalam IFRC 2026. Ia mengingatkan bahwa jaminan keselamatan pekerja merupakan hal mendasar, terutama pada industri pertambangan yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Menurut Syafi’i, Basarnas berkomitmen terus mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi personel penyelamat di Indonesia agar mampu memenuhi standar internasional. Peningkatan kapasitas tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan profesional.
Penyelenggaraan IFRC 2026 juga melibatkan masyarakat Mimika melalui berbagai kegiatan pendukung. Salah satunya program Safety Goes to School yang menghadirkan edukasi keselamatan kepada lebih dari 1.000 pelajar tingkat SMP dan SMA di Mimika.
Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, khususnya mama-mama Papua, serta menampilkan pertunjukan seni dan budaya tradisional Papua.
Keterlibatan masyarakat tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi dan kebudayaan Mimika kepada peserta serta tamu dari berbagai daerah.
Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Mimika sebagai tuan rumah IFRC 2026. Menurut dia, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional tersebut memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk terhadap pergerakan ekonomi lokal dan promosi potensi daerah.
“Penyelenggaraan acara ini membawa dampak positif yang besar bagi daerah, baik dari segi peningkatan ekonomi lokal, pendapatan daerah, hingga semakin mengenalkan potensi Mimika dan kebudayaannya ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Johannes.
Ia berharap kegiatan berskala nasional maupun internasional serupa dapat kembali diselenggarakan di Kabupaten Mimika pada masa mendatang.
Berakhirnya IFRC ke-8 Tahun 2026 tidak hanya meninggalkan catatan prestasi bagi para peserta, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi personel penyelamat, dan membangun budaya keselamatan.
Sebab, dalam setiap situasi darurat, kemampuan menyelamatkan nyawa jauh lebih penting daripada sekadar meraih gelar juara. (*)









Tinggalkan Balasan