PUKUL TIFA – Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, bersama Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, Bupati Mimika Johannes Rettob, serta Ketua Umum Perhimpunan Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (Pertapindo), Sri Rahardjo, juga perwakilan Dirjen dari Kementerian ESDM, memukul tifa menandai closing seremony dan awarding night IFRC 2026 di Mimika Sport Complex (MSC), Sabtu (31/10/2026). (FOTO:IST/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – PT Freeport Indonesia (PTFI) sukses menyelenggarakan ajang 8th Indonesia Fire & Rescue Competition (IFRC) 2026 yang ditutup dengan seremoni penganugerahan penghargaan (closing ceremony and awarding night) di Mimika Sport Complex (MSC), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026).
Gelaran tahun ini berlangsung meriah dengan melibatkan 17 tim rescue dari 16 perusahaan energi dan pertambangan di Indonesia.
Kompetisi yang berlangsung selama enam hari, sejak Minggu (25/10) hingga Jumat (30/10), menjadi ajang bagi personel tanggap darurat untuk menguji kemampuan, meningkatkan keterampilan, serta berbagi pengalaman dalam menangani berbagai situasi kedaruratan.
IFRC 2026 semakin semarak dengan kehadiran berbagai stan pameran, mulai dari area operasional pertambangan hingga underground mine.
Keterlibatan pelaku UMKM lokal serta panggung hiburan turut melengkapi rangkaian kegiatan, sehingga IFRC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi, promosi, dan interaksi bagi masyarakat.
Seremoni penutupan dihadiri Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i, Bupati Mimika Johannes Rettob, serta Ketua Umum Perhimpunan Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (Pertapindo), Sri Rahardjo, juga perwakilan Dirjen dari Kementerian ESDM.
“Freeport Indonesia selaku tuan rumah, 8th IFRC berjalan lancar. Kementerian ESDM bangga atas berdirinya Fire Ground Kuala Kencana dan berharap fasilitas ini dapat menjadi rumah bagi para rescuer dan tim tanggap darurat,” ujar Periyadi, Ketua Panitia IFRC 2026.
Periyadi menambahkan, selama pelaksanaan kompetisi tidak terjadi cedera maupun insiden fatal yang melibatkan 136 peserta. Hal ini menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan sekaligus menunjukkan pentingnya penerapan aspek keselamatan dalam setiap tahapan kompetisi.
Sejumlah kategori dipertandingkan dalam IFRC 2026, meliputi Competency Test, Road Accident Rescue (RAR), Confined Space Rescue (CSR), High Angle Rescue (HAR), Rescue Fire Fighting, Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR), Underwater Rescue & Recovery (UWRR), serta Firefighter Combat Challenge (FCC). Kompetisi juga mencakup Firefighter Competency Test (FCT) dan Structural Fire Fighting (SFF).
Sebagai tuan rumah, PTFI menghadirkan Fire Ground Kuala Kencana sebagai fasilitas pelatihan dan simulasi penyelamatan.
Fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kompetensi personel tanggap darurat dari berbagai perusahaan.
Ajang IFRC pertama kali diselenggarakan pada 1995 dan berkembang menjadi salah satu kompetisi bergengsi di Indonesia dalam bidang penyelamatan, pemadaman kebakaran, serta penanggulangan keadaan darurat.
Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya beradu keterampilan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai risiko kedaruratan di lingkungan kerja.
Rangkaian closing ceremony and awarding night turut diwarnai pemutaran video yang menampilkan cuplikan kompetisi serta profil 17 tim yang berpartisipasi dalam IFRC 2026. Penampilan Iyakoko Patea Choir dan Sanggar Seni dan Tari Peteke juga menambah semarak malam penganugerahan tersebut. (maurits sadipun)









Tinggalkan Balasan