PUKUL TIFA – Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Santy Sondang, didampingi Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yxoga Pribadi, serta narasumber, memukul tifa menandai pembukaan Seminar Akhir Perencanaan Kota Kapiraya di Hotel Horison Ultima, Kamis (22/10/2026). (FOTO: YUDIT/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umuzm dan Penataan Ruang (PUPR) menggelar Seminar Akhir Perencanaan Kota Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan menyempurnakan dokumen perencanaan sebagai acuan pengembangan kawasan pesisir barat Mimika sekaligus mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru.

Seminar yang berlangsung di Hotel Horison Ultima tersebut menjadi forum untuk menguji dokumen perencanaan dan menghimpun masukan dari para pemangku kepentingan sebelum dokumen tersebut digunakan sebagai pedoman pengembangan kawasan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Santy Sondang, yang mewakili Bupati Mimika, mengatakan Kapiraya memiliki potensi sumber daya alam yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kawasan Kapiraya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor perikanan, perkebunan, pertambangan dan sektor lainnya hingga potensi pariwisata bahari yang belum tergarap secara optimal,” ujar Santy dalam sambutannya.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung perencanaan yang terarah serta pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah.

“Strategi pengembangan kawasan ini harus mampu menyinergikan potensi lokal dengan kebutuhan infrastruktur modern guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Kabupaten Mimika,” katanya.

Santy menegaskan, pembangunan di Kabupaten Mimika tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan Timika. Wilayah pesisir dan pegunungan juga perlu mendapat perhatian agar masyarakat di kampung-kampung dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan semboyan pembangunan daerah, yakni Membangun dari Kampung ke kota.

Dokumen perencanaan Kota Kapiraya juga diarahkan untuk memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penyediaan air bersih, energi, sanitasi, serta akses transportasi antardesa.

Pemenuhan kebutuhan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam seminar tersebut, pemerintah berharap para peserta dapat memberikan masukan konstruktif, menyelaraskan program perangkat daerah dengan dokumen perencanaan, serta memastikan aspirasi tokoh adat dan masyarakat Kapiraya terakomodasi.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar arah pembangunan kawasan tidak hanya mempertimbangkan potensi ekonomi, tetapi juga kebutuhan, kondisi sosial, dan kepentingan masyarakat setempat.

Setelah melalui tahapan pembahasan dan penyempurnaan, dokumen perencanaan Kota Kapiraya diharapkan menjadi pedoman bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengelola potensi wilayah serta mengarahkan investasi di Distrik Mimika Barat Tengah.

Melalui perencanaan tersebut, Pemkab Mimika berharap Kapiraya dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi pesisir yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung visi pembangunan daerah menuju Gerbang Emas Mimika. (*)

Penulis: Yudit Sanggu
Editor: Maurits SDP