BAGI MASKER – Panitia IFRC 2026 PT Freeport Indonesia membagikan masker kepada masyarakat Mimika, Papua Tengah, Senin (19/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA) 

MIMIKA, timikaexpress.id — Di tengah kabut asap yang menyelimuti Timika, langkah sederhana untuk melindungi diri menjadi semakin berarti.

Sebanyak 6.000 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan warga, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Melalui aksi sosial bertajuk IFRC Peduli Timika, panitia ingin memastikan bahwa kehadiran ajang kompetisi tingkat nasional ini tidak hanya dirasakan di arena pertandingan, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026) tersebut mengusung semangat “Memberikan Dampak Melampaui Ajang Kompetisi”.

Sebelum para peserta menguji kemampuan dalam bidang pemadaman kebakaran dan penyelamatan, kepedulian terlebih dahulu diwujudkan melalui pembagian masker di sejumlah titik aktivitas masyarakat.

Sebanyak 6.000 masker didistribusikan ke fasilitas kesehatan, ruang publik, serta kegiatan edukasi. Bantuan diberikan kepada pasien dan pengunjung Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) serta Puskesmas Karang Senang SP3. Pembagian juga dilakukan di sejumlah persimpangan utama yang menjadi pusat mobilitas warga, termasuk kepada para pelajar yang mengikuti kegiatan edukasi dalam rangkaian program IFRC.

Di tengah kondisi udara yang terdampak asap, penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, perhatian sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan dapat dimulai dari tindakan sehari-hari.

Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar penyelenggaraan IFRC tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan para profesional di bidang pemadaman kebakaran dan penyelamatan, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami berharap IFRC 2026 tidak hanya dikenang sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Timika. Melalui IFRC Peduli Timika, kami berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya di tengah kondisi udara berasap yang sedang dihadapi,” ujar Periyadi.

Kepedulian yang Hadir di Tengah Masyarakat

Bagi pasien dan pengunjung fasilitas kesehatan, pembagian masker menjadi bentuk perhatian terhadap kondisi lingkungan yang sedang dihadapi.

Sementara bagi warga yang melintas di jalan raya, kegiatan ini menghadirkan pesan sederhana tentang pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.

Perhatian serupa juga diarahkan kepada generasi muda.

Melalui kegiatan edukasi, para pelajar diajak mengenal pentingnya keselamatan dan kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan yang perlu dibangun sejak dini.

Inisiatif ini sejalan dengan nilai-nilai yang melekat pada profesi tanggap darurat, yakni pencegahan, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada sesama.

Sebab, upaya melindungi kehidupan tidak hanya dilakukan ketika keadaan darurat terjadi, tetapi juga melalui tindakan preventif untuk membantu masyarakat menghadapi risiko di lingkungan sekitarnya.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan IFRC 2026 yang mempertemukan para profesional fire and rescue dari berbagai daerah di Indonesia.

Mereka hadir untuk menguji keterampilan, berbagi pengetahuan, serta memperkuat koordinasi dan jejaring dalam bidang pemadaman kebakaran dan penyelamatan.

Namun, melalui IFRC Peduli Timika, semangat yang dibawa para personel penyelamat melampaui batas arena kompetisi.

Kepedulian diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi tantangan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.

IFRC Peduli Timika menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang berskala nasional dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat setempat.

Kehadiran panitia dan peserta tidak hanya diharapkan meninggalkan pengalaman kompetisi, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Melalui pembagian 6.000 masker, pesan keselamatan dibawa lebih dekat kepada masyarakat.

Sebuah tindakan sederhana menjadi wujud kepedulian sekaligus pengingat bahwa perlindungan terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama.

Seiring berlangsungnya IFRC 2026, semangat pelayanan dan kemanusiaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan.

Sebab, dalam dunia pemadaman kebakaran dan penyelamatan, keberhasilan tidak hanya tercermin dari kemampuan menghadapi situasi darurat, tetapi juga dari kesediaan untuk hadir, membantu, dan melindungi sesama ketika dibutuhkan.

Dari arena kompetisi hingga kehidupan sehari-hari, semangat menyelamatkan jiwa selalu dimulai dari kepedulian. (*/vis)