BARANG BUKTI — Bea Cukai Jayapura menyerahkan 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter kepada Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan Ditreskrimum Polda Papua untuk proses penyelidikan lebih lanjut, Senin (5/10/2026). (FOTO: IST/TIMEX)

JAYAPURA, timikaexpress.id — Bea Cukai Jayapura bersama Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dan Ditreskrimum Polda Papua menggagalkan dugaan penyelundupan 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di perairan Jayapura.

Amunisi tersebut ditemukan setelah petugas menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan longboat yang membawa barang ilegal menuju Papua Nugini (PNG), Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 22.36 WIT.

Saat petugas menemukan longboat yang sesuai dengan ciri informasi, awak kapal diduga berupaya menghindar dan membuang sejumlah barang ke laut.

Petugas kemudian melakukan penyisiran dan menemukan tiga koli berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai serta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.

Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan hasil tembakau ditangani Bea Cukai, sedangkan amunisi diserahkan kepada Polda Papua untuk proses hukum lebih lanjut.

“Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami, sedangkan amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti,” ujar Fungki, Selasa (6/10/2026).

Bea Cukai Jayapura kemudian menyerahkan satu tas kulit berwarna hitam berisi 200 butir amunisi tersebut kepada personel Subsatgas Investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama penyidik Ditreskrimum Polda Papua, Senin (5/10/2026).

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan penyidik masih mendalami asal-usul amunisi, pihak yang mengirim, tujuan pengiriman, serta sarana yang digunakan.

“Terkait penyerahan barang bukti amunisi sebanyak 200 butir, kami akan dalami lebih fokus terkait siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya,” ujar Yusuf.

Penyidik juga akan meminta keterangan sejumlah saksi untuk membantu mengidentifikasi awak serta sarana angkut yang digunakan.

Identitas awak longboat dan pihak yang diduga terlibat masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan temuan tersebut akan ditindaklanjuti untuk mengungkap asal-usul dan jalur peredaran amunisi ilegal di Papua.

“Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut,” katanya.

Faizal menegaskan, penanganan perkara tidak hanya berfokus pada barang bukti, tetapi juga upaya mengungkap mata rantai peredarannya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat tidak terlibat dalam penyimpanan, pengangkutan maupun peredaran amunisi secara ilegal.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan penyimpanan, pengangkutan atau peredaran amunisi secara ilegal, segera sampaikan kepada aparat keamanan,” ujarnya.

Saat ini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Ditreskrimum Polda Papua masih mendalami temuan tersebut untuk mengungkap asal amunisi, jalur distribusi, serta pihak yang membawa atau menguasainya.

Kolaborasi Bea Cukai, kepolisian, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkuat pengawasan jalur perairan dan mencegah peredaran barang ilegal di Papua. (*)

Penulis: Gren Telaubun
Editor: Maurits SDP