SAMBANGI KELUARGA – Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak bersama jajaran mengunjungi keluarga korban insiden di Distrik Jila di Jalan WR Supratman, Timika, Kamis (10/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolres meminta keluarga dan masyarakat tetap tenang serta menahan diri sembari upaya pencarian korban terus dilakukan. (FOTO: GREN/TIMEX)
FxMIMIKA, timikaexpress.id – Tujuh warga yang menjadi korban sanderaan dalam insiden penembakan dan penculikan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 18 Agustus 2026, hingga kini masih dalam pencarian.
Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak meminta keluarga korban dan masyarakat tetap tenang serta menahan diri sambil menunggu perkembangan upaya pencarian.
Imbauan tersebut disampaikan Alredo saat mengunjungi keluarga korban di Jalan WR Supratman, Timika, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungan itu, Kapolres menyampaikan belasungkawa, menyerahkan bantuan bahan makanan, sekaligus mendengarkan aspirasi keluarga yang masih menunggu kepastian keberadaan anggota keluarga mereka.
“Saya pribadi bersama seluruh jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita ini. Kami juga mengerti perasaan semua keluarga,” ujar Alredo di hadapan keluarga korban.
Menurut dia, kepolisian terus melakukan komunikasi dan membangun jaringan informasi di wilayah Alama dan Jila untuk memperoleh informasi mengenai keberadaan para korban yang masih dalam pencarian.
Kapolres juga mengungkapkan dirinya telah bertemu dengan Ketua Adat Nduga. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Adat Nduga menyatakan kesediaannya membantu proses pencarian dengan mengutus sejumlah orang ke wilayah yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
“Beliau akan mengutus orang ke sana untuk berkomunikasi dan mencari. Bahkan sudah menunjuk orang-orang untuk bergerak masuk mencari sisa yang lain,” katanya.
Alredo menegaskan, upaya pencarian tersebut merupakan langkah bersama yang harus mengedepankan keselamatan dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Karena itu, ia meminta keluarga korban dan masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang beredar, termasuk melalui media sosial.
“Saya mohon kepada pihak keluarga untuk terus menjaga diri dan menahan diri, jangan melakukan hal-hal yang bisa merugikan kita semua,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengaitkan aksi kekerasan tersebut dengan persoalan antarsuku.
Menurut dia, tindakan kelompok pelaku tidak dapat digeneralisasi sebagai tindakan suatu kelompok masyarakat atau suku tertentu.
“Ini bukan masalah kita bicara suku-suku di sini. Pelaku ini murni orang yang memang berseberangan dengan kita,” ujarnya.
Ia menegaskan masyarakat Nduga juga tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan aksi kekerasan tersebut.
“Jangan bilang orang Nduga yang melakukan. Ini kelompok yang berseberangan, yang juga dengan kami, TNI-Polri, berseberangan dan sedang kita cari serta buru,” katanya.
Alredo mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk terus menjaga hubungan kekeluargaan dan kerukunan di tengah keberagaman suku.
“Kita semua saudara. Ada yang menikah dengan orang Nduga, ada orang Amungme menikah dengan Nduga. Masalah kejahatan ini bukan berdasarkan suku,” ucapnya.
Sementara itu, perwakilan keluarga sekaligus tokoh masyarakat, Pdt. Yoprinus Piligame, mengatakan keluarga hingga kini masih menunggu kepastian mengenai keberadaan tujuh korban lainnya.
Menurut dia, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi cuaca yang berkabut serta keterbatasan akses transportasi menuju lokasi.
“Kita masih belum memastikan, karena cuaca yang sedang kabut dan keadaan juga seperti ini,” ujar Yoprinus.
Ia mengatakan masyarakat yang berada di Timika juga mengalami kesulitan untuk kembali ke kampung halaman.
Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat membantu kelancaran transportasi, terutama bagi masyarakat yang hendak terlibat dalam proses pencarian.
Yoprinus menegaskan masyarakat yang masuk ke lokasi pencarian tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan kekerasan.
“Kita masuk pencarian. Niat kita bukan yang tidak baik. Kita harus sama-sama melakukan pencarian,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga perdamaian dan tidak menjadikan tragedi tersebut sebagai alasan memunculkan permusuhan antarsuku.
“Papua ini kita harus damai. Berapa suku yang ada di sini. Mimika ini, kita harus lihat yang baik. Tidak boleh ada bermusuhan satu sama yang lain,” ungkapnya.
Yoprinus mengapresiasi langkah Ketua Adat Nduga yang turut membantu membuka jalan komunikasi dan mendukung proses pencarian korban.
“Kita harus berdoa supaya bagaimana Kepala Suku itu mencari jalan sampai keluarga bisa ditemukan,” tuturnya.
Di akhir pertemuan, Kapolres Mimika kembali meminta masyarakat memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu proses pencarian kepada kepolisian.
Ia juga membuka ruang komunikasi melalui jajaran kepolisian di lapangan agar setiap informasi dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Kapolres berharap seluruh pihak dapat menjaga situasi tetap aman dan kondusif sembari upaya pencarian terhadap tujuh korban terus dilakukan.
“Doakan saya beserta jajaran agar kita semua bisa mendapatkan semuanya ini. Jangan mudah terprovokasi dengan bahasa-bahasa di luar,” ujar Alredo.
Adapun tujuh korban yang hingga kini masih dalam pencarian, yakni Alin Mesawarol, Nopi Aim, Opinte Mesawaro, Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13). (via)







Tinggalkan Balasan