WAMENA, timikaexpress.id — Kelompok yang menyebut dirinya TPNPB Kodap III Ndugama Derakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan terhadap tiga orang di wilayah Wamena, Papua Pegunungan.

Klaim tersebut disampaikan melalui pernyataan yang dikaitkan dengan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

Dalam pernyataan itu, TPNPB juga menyampaikan sejumlah peringatan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat, serta tuntutan terkait penyelesaian konflik di Tanah Papua.

TPNPB memperingatkan kepala desa, ASN, dan pejabat Papua maupun non-Papua yang mereka anggap sebagai bagian dari agen pemerintah Indonesia.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut akan melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak-pihak yang dianggap bekerja untuk pemerintah Indonesia.

TPNPB juga meminta pemerintah Indonesia membuka ruang perundingan internasional untuk menyelesaikan persoalan politik yang mereka sebut sebagai akar konflik berkepanjangan di Tanah Papua.

“Kami meminta Negara Indonesia segera membuka ruang perundingan internasional untuk menyelesaikan akar persoalan politik yang menyebabkan konflik berkepanjangan di Tanah Papua,” demikian isi pernyataan tersebut.

Sebby Sambom juga menyebut pihaknya memperoleh informasi mengenai seorang ASN di lingkungan Kantor Gubernur di Wamena yang diduga bekerja sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dan mengumpulkan informasi mengenai keberadaan pasukan TPNPB.

Namun, tuduhan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Atas informasi tersebut, TPNPB memperingatkan pihak-pihak yang disebut bekerja sama dengan aparat militer Indonesia agar meninggalkan Kota Wamena dan sejumlah kabupaten lainnya serta kembali ke daerah asal masing-masing.

Sementara itu, terkait klaim pertanggungjawaban atas penembakan tiga orang, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi kejadian, identitas pelaku, serta motif penembakan.

Pernyataan mengenai pertanggungjawaban tersebut merupakan klaim dari pihak TPNPB dan belum terverifikasi secara independen. (*)