RAPAT — Ketua IKF Mimika Gabriel Zezo bersama pengurus dan Panitia Penggalangan Donasi untuk korban gempa Flores-NTT, para ketua sektor dan pemuda Flobamora menggelar rapat persiapan penyaluran bantuan senilai Rp560 juta bagi masyarakat terdampak gempa di Sekretariat Flobamora Mimika, Jalan Caritas, Sabtu (5/9/2026). (FOTO:HUMAS FLOBAMORA)

MIMIKA, timikaexpress.id — Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menunjukkan kepedulian terhadap korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menghimpun bantuan senilai Rp560 juta.

Bantuan tersebut akan dikonversi dalam bentuk barang dan sembako sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa di lima kabupaten di Pulau Flores, yakni Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, dan Manggarai.

Bantuan akan disalurkan melalui tim relawan IKF Mimika yang dijadwalkan berangkat pada Kamis (10/9/2026).

Tim relawan akan dilepas oleh Ketua IKF Mimika Gabriel Zezo bersama Ketua Panitia Penggalangan Dana Korban Bencana Flores Paul Weti serta para ketua sektor IKF Mimika di Bandara Mozes Kilangin Timika.

Ketua IKF Mimika Gabriel Zezo menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana yang menimpa masyarakat Flores.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas masyarakat Mimika kepada warga Flores yang sedang menghadapi masa sulit.

“Saya mewakili pengurus IKF dan warga Diaspora Flobamora Mimika mengucapkan turut berduka cita atas bencana yang menimpa saudara-saudara kami di Flores, NTT. Kami ikut menyatakan rasa empati. Semoga bantuan ini bersama bantuan dari pihak lain dapat meringankan beban masyarakat Flores,” ujar Gabriel, Rabu (9/9/2026).

Ia mengatakan, bantuan akan disalurkan secara merata kepada masyarakat terdampak di lima kabupaten.

Gabriel menegaskan, masyarakat Flores tidak sendiri dalam menghadapi dampak bencana.

Kepedulian dari berbagai pihak menjadi bukti bahwa musibah tersebut telah menyatukan masyarakat dalam semangat kemanusiaan.

“Atas nama keluarga besar Diaspora Flobamora Kabupaten Mimika, kami menyampaikan limpah terima kasih kepada seluruh masyarakat Mimika yang telah membuka hati dan memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Flores,” katanya.

Gabriel mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung aksi kemanusiaan tersebut, mulai dari masyarakat Mimika, keluarga Bupati Mimika Johannes Rettob, Kapolres Mimika AKBP Alredo Rumbiak, TP-PKK Kabupaten Mimika, Abraham Kateyau dan keluarga, komunitas, sekolah, hingga berbagai pihak dari kalangan gereja yang turut mendorong partisipasi umat.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada para guru dan anak-anak TK, SD, serta SMP yang turut menyisihkan sebagian miliknya untuk membantu korban gempa.

“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ketulusan dan pengorbanan mereka sangat berarti. Dari anak-anak, kita belajar bahwa berbagi tidak harus menunggu memiliki banyak,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh sektor keluarga besar Flobamora serta jajaran pemuda yang menjadi motor penggerak penggalangan dana.

Menurut Gabriel, para pemuda dengan sukarela turun ke lapangan, berdiri di bawah panas matahari dan mengajak masyarakat serta pengguna jalan untuk ikut berbagi.

“Mereka adalah anak-anak muda yang menjadi motor penggerak solidaritas. Ini bentuk nyata kepedulian generasi muda Flobamora terhadap sesama,” katanya.

Gabriel memastikan setiap bantuan yang diberikan masyarakat menjadi bagian penting dari gerakan solidaritas untuk membantu warga Flores bangkit dari dampak bencana.

“Semoga bencana ini cepat berlalu dan keadaan masyarakat Flores dapat segera pulih seperti sediakala,” pungkasnya. (vis)