FOTO BERSAMA – Narasumber dan para peserta foto bersama usai pembukaan evaluasi penatalaksanaan gizi buruk yang dilaksanakab Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dengan melibatkan 26 puskesmas berlangsung di Kamoro Room Hotel Grand Tembaga, Timika, Jumat (4/9/2026). (FOTO: YESON/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mengevaluasi penatalaksanaan kasus gizi buruk yang melibatkan 26 puskesmas.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kamoro Room Hotel Grand Tembaga, Timika, Jumat (4/9/2026).
Evaluasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas penanganan anak dengan gizi buruk, mulai dari pemeriksaan kondisi, pemantauan status gizi, pemberian intervensi, hingga pendampingan keluarga.
Kepala Seksi Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Mimika Hasmawati mengatakan, evaluasi membahas penanganan kasus di tingkat puskesmas dan rumah sakit, termasuk mekanisme rujukan serta jejaring pelayanan.
“Kami akan berdiskusi bagaimana sebenarnya jejaring penatalaksanaan kasus gizi buruk, karena masih ada beberapa kasus yang perlu ditangani secara bersama,” katanya.
Menurut Hasmawati, penguatan jejaring antara puskesmas dan rumah sakit diperlukan agar penanganan anak dapat berlangsung lebih baik, konsisten, dan berkesinambungan hingga kasus ditangani secara tuntas.
Jejaring tersebut melibatkan puskesmas dengan sejumlah rumah sakit, antara lain RS Waa Banti, Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), dan RSUD Mimika.
Sementara itu, dokter spesialis anak, dr. Carrina Dewanti, Sp.A., M.Med., yang menjadi narasumber, menyoroti pentingnya pemeriksaan kondisi anak secara menyeluruh.
Ia mengatakan, dalam sejumlah kasus di Timika, hasil pemeriksaan hemoglobin (Hb) anak masih berada dalam batas normal, tetapi pemeriksaan komponen darah menunjukkan adanya anemia.
Carrina juga menyoroti kondisi penyerta seperti tuberkulosis (TB) yang dapat meningkatkan kebutuhan metabolisme tubuh anak.
“Rata-rata anak-anak pasti mengalami anemia. Kita harus melihat bagaimana kita menyikapi berat badan dan kondisi anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Menurut Carrina, evaluasi penatalaksanaan penting untuk memastikan penanganan kasus gizi buruk berjalan sesuai prosedur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi anak. (cr-73)


























Tinggalkan Balasan