RAPAT — Suasana rapat pembentukan Panitia Peduli Gempa Flores NTT Kabupaten Mimika di Sekretariat IKF Mimika, Jalan Caritas, Sabtu (15/8/2026). (FOTO: HUMAS IKF MIMIKA/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id — Kepedulian terhadap warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendorong diaspora Flobamora di Kabupaten Mimika menggalang bantuan kemanusiaan.

Aksi solidaritas tersebut dilakukan melalui Panitia Peduli Gempa Flores NTT Kabupaten Mimika dengan mengajak umat di sejumlah paroki di Mimika untuk memberikan donasi secara sukarela.

Gempa bumi yang mengguncang wilayah daratan Pulau Flores pada 5 Agustus 2026 dilaporkan menyebabkan kerusakan pada rumah warga, fasilitas umum, dan sejumlah bangunan lainnya serta menimbulkan korban jiwa.

Melihat kondisi tersebut, Panitia Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Mimika berinisiatif menghimpun bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Flobamora (IKF) Mimika, Gabriel Zezo, mengatakan penggalangan dana merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Flobamora di Mimika terhadap saudara-saudari mereka yang sedang menghadapi musibah di Flores.

“Kami mengajak seluruh umat untuk bersama-sama memberikan dukungan kepada saudara-saudari kita yang terdampak gempa. Bantuan sekecil apa pun sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.

Sementara Ketua Panitia Peduli Gempa Flores NTT di Kabupaten Mimika, Paul Weti  menambahkan, untuk mendukung aksi tersebut, panitia telah menyampaikan permohonan kepada sejumlah paroki di Kabupaten Mimika agar pengumuman penggalangan dana dapat disampaikan kepada umat setelah Perayaan Ekaristi, pada Minggu (16/8/2026).

Paroki yang menjadi bagian dari penyampaian penggalangan dana tersebut yakni Paroki Katedral Tiga Raja, Paroki Santa Cecilia SP2, Paroki Santo Stefanus Sempan, dan Paroki Santo Petrus Karangsenang SP3.

Umat yang ingin berpartisipasi dapat menyalurkan donasi secara sukarela melalui kotak amal yang disediakan panitia di tempat-tempat yang telah ditentukan.

Panitia berharap aksi solidaritas tersebut dapat menghimpun dukungan dari berbagai kalangan sehingga bantuan yang terkumpul nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Menurut Paul yang juga Ketua Harian IKF Mimika, kepedulian terhadap korban bencana bukan hanya soal bantuan material, tetapi juga menjadi wujud nyata kasih, persaudaraan, dan solidaritas antarsesama.

“Semoga melalui aksi ini kita dapat meringankan beban saudara-saudari kita di Flores dan menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, kita tidak berjalan sendiri,” kata Paul.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada para pastor paroki dan umat yang bersedia mendukung serta menyebarluaskan gerakan kemanusiaan tersebut.

Aksi penggalangan dana ini diharapkan menjadi gerakan bersama masyarakat Mimika, khususnya diaspora Flobamora, untuk membantu masyarakat Flores yang tengah berjuang bangkit setelah dilanda bencana.

47 Warga Meninggal Dunia

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8) menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.

Jumlah itu merupakan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 18.48 WIB, Sabtu.

Adapun lokasi para korban meninggal dunia terjadi di Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ende dan Manggarai Barat.

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa diprediksi akan terus bertambah.

Data sementara BNPB pada Sabtu pukul 17.00 WIB, total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit.

Termasuk kerusakan pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lainnya. (vis)