BERSITEGANG — Oknum anggota DPRK Mimika berinisial MY terlihat bersitegang dengan petugas UPBU Terminal Baru Bandara Mozes Kilangin Timika terkait akses kendaraan di area kedatangan, Jumat (14/8/2026). Insiden tersebut kemudian viral di media sosial. (FOTO: IST/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Video perseteruan antara seorang oknum anggota DPRK Mimika berinisial MY dengan petugas Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Terminal Baru Bandara Mozes Kilangin Timika viral di media sosial termasuk grup percakapan WhatsApp, Jumat (14/8/2026).

Video berdurasi sekitar tiga menit tersebut memperlihatkan perdebatan antara oknum anggota dewan dan petugas bandara terkait akses kendaraan di area depan pintu kedatangan terminal.

Dalam rekaman, oknum anggota DPRK tersebut terlihat mempersoalkan keberadaan safety cone yang menghalangi jalur kendaraan roda empat.

Ia kemudian menghubungi sejumlah rekannya di DPRK melalui panggilan video.

Dalam percakapan tersebut, ia menyebut membutuhkan akses karena hendak menjemput seorang penumpang yang disebut dalam kondisi darurat.

“Teman-teman DPR lihat ini, salah satu petugas bandara tidak mau buka akses darurat,” ujar MY dalam rekaman video.

Petugas bandara kemudian memberikan penjelasan bahwa jalur tersebut ditutup untuk kendaraan roda empat dan diperuntukkan bagi pejalan kaki demi alasan keselamatan.

Namun, perdebatan tetap berlangsung. MY terlihat bersikeras meminta akses kendaraan dibuka karena alasan penumpang dalam kondisi emergency.

Situasi kemudian memanas ketika MY terlihat menghamburkan sejumlah uang pecahan Rp100 ribu ke arah petugas bandara yang masih mengenakan seragam dinas.

Aksi tersebut lantas mendapat respons dari sejumlah petugas yang berada di lokasi.

Dalam rekaman lain yang disebut diambil dari pihak bandara, terlihat seorang perempuan membawa koper berwarna hitam berjalan menuju kendaraan yang digunakan MY.

Perempuan tersebut kemudian masuk ke dalam kendaraan dengan nomor polisi PT 1618 MN.

Perekam video dari pihak bandara kemudian mempertanyakan kondisi perempuan tersebut yang terlihat berjalan dan membawa barang bawaannya sendiri.

“Emergency itu harusnya orang sakit atau kecelakaan,” ujar perekam dalam video tersebut.

Namun, kondisi perempuan yang terlihat dalam rekaman tersebut tidak serta-merta membuktikan status maupun kondisi medisnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan medis atau keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi penumpang tersebut.

Berencanakan RDP

Dalam video yang beredar, MY juga terlihat menghubungi rekan-rekannya di DPRK Mimika.

Ia menyampaikan rencana untuk memanggil pihak terkait melalui mekanisme Rapat Dengar Pendapat (RDP).

“Mereka-mereka ini perlu kita RDP, terutama bersama Dishub,” ujar MY dalam rekaman tersebut.

Rencana itu disebut berkaitan dengan persoalan akses kendaraan di kawasan terminal dan pelayanan di Bandara Mozes Kilangin.

Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi.

“Belum ada laporan,” kata Alredo.

Video perseteruan tersebut hingga Jumat sore telah beredar luas di media sosial dan grup WA percakapan masyarakat Mimika.

Peristiwa tersebut pun mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Namun, terkait dugaan pelanggaran maupun persoalan lain dalam insiden tersebut, diperlukan klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat serta pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang. (via)