Martinus Wenda (kanan) dan Yohanes Agus. (FOTO:YUDITH/TIMEX)
MIMIKA, timikaexpress.id – SMA Sentra Pendidikan Kabupaten Mimika membatasi penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 menjadi 90 siswa.
Kebijakan ini diambil untuk menyesuaikan kapasitas ruang kelas dan asrama, sekaligus mengoptimalkan sistem pembinaan bagi seluruh siswa yang diwajibkan tinggal di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, Dinas Pendidikan menetapkan kuota sebanyak 120 siswa, khususnya bagi anak-anak dari wilayah pedalaman, pegunungan, dan pesisir.
Namun, sekolah hanya mampu membuka tiga rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 30 siswa per kelas sehingga total peserta didik baru yang diterima sebanyak 90 orang.
Guru Kesiswaan SMA Sentra Pendidikan, Yohanes Agus, mengatakan pembatasan kuota dilakukan agar proses pembelajaran dan pembinaan di asrama dapat berjalan lebih efektif.
“Awalnya kuota dari Dinas Pendidikan sebanyak 120 siswa. Namun, kami menyesuaikannya dengan kapasitas ruang kelas dan asrama. Saat ini hanya tersedia tiga ruang kelas untuk kelas X dengan kapasitas maksimal 30 siswa per kelas, sehingga total yang diterima sebanyak 90 siswa dan seluruhnya wajib tinggal di asrama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebijakan wajib tinggal di asrama diterapkan untuk memastikan pembinaan karakter, disiplin, serta proses belajar mengajar berlangsung secara berkelanjutan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, sebagian siswa masih diperbolehkan tinggal di luar asrama sehingga jumlah penerimaan lebih banyak.
Sementara itu, Kepala SMA Sentra Pendidikan, Martinus Wenda, mengatakan keterbatasan kapasitas asrama putri turut memengaruhi komposisi penerimaan siswa baru.
Dari total 90 siswa, sekitar 33 orang merupakan siswa putri, sedangkan sisanya siswa putra.
Menurutnya, meski jumlah peserta didik baru berkurang, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas.
Hal itu dibuktikan dengan capaian kelulusan 100 persen pada tahun ajaran sebelumnya, di mana sebagian besar lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur beasiswa afirmasi dan seleksi, terutama di Yogyakarta dan Semarang.
“Kapasitas asrama putri memang lebih terbatas sehingga jumlah siswi yang diterima juga menyesuaikan. Tahun lalu lebih banyak karena belum semua siswa diwajibkan tinggal di asrama. Syukurnya, tingkat kelulusan mencapai 100 persen dan banyak lulusan melanjutkan kuliah melalui program beasiswa afirmasi,” katanya.
Di sisi lain, sekolah masih menghadapi kekurangan tenaga pengajar, khususnya untuk mata pelajaran Kimia dan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn).
Untuk sementara, mata pelajaran tersebut diampu oleh guru dari bidang studi lain sambil menunggu penempatan guru dari Dinas Pendidikan.
Pihak sekolah berharap kebutuhan tenaga pendidik segera dipenuhi agar proses belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal.
Meski kuota penerimaan tahun ini lebih sedikit, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan, kenyamanan siswa di asrama, serta mutu pendidikan di SMA Sentra Pendidikan Mimika. (*)














Tinggalkan Balasan