LAYANAN KESEHATAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan kesehatan yang merata hingga wilayah pesisir dan pedalaman. Dinkes juga mengalokasikan sekitar Rp7 miliar dari Dana Otsus untuk mendukung transportasi tenaga kesehatan, distribusi logistik, dan evakuasi medis di daerah terpencil. (FOTO: ISTIMEWA)

MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mengalokasikan sekitar Rp7 miliar dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) untuk mendukung transportasi medis bagi pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk penyediaan transportasi udara dan perairan guna mendukung mobilitas tenaga kesehatan, distribusi logistik, serta evakuasi pasien darurat dari wilayah terpencil.

“Pelayanan kesehatan harus hadir di mana pun masyarakat berada, baik di perkotaan, pesisir, maupun pedalaman. Jarak dan kondisi geografis tidak boleh menjadi penghalang,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

Menurut Godfried, setiap puskesmas di wilayah pedalaman akan memperoleh alokasi layanan transportasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Mimika untuk memastikan akses pelayanan kesehatan menjangkau seluruh masyarakat.

Selain meningkatkan akses layanan, Dinkes juga terus melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas kesehatan.

Saat ini, beberapa proyek masih dalam tahap review bersama konsultan perencanaan untuk menyesuaikan nilai pekerjaan dan harga material sebelum memasuki tahap konstruksi.

Untuk menjamin transparansi pelaksanaan proyek, Dinkes turut menggandeng Kejaksaan sebagai pendamping dalam proses administrasi hingga pelaksanaan pembangunan.

Di bidang kesehatan masyarakat, Dinkes juga memperkuat penanganan tuberkulosis (TBC) dengan menargetkan capaian penemuan kasus sebesar 90 persen pada 2026 melalui skrining aktif di tengah masyarakat.

Godfried mengajak masyarakat menghilangkan stigma terhadap penderita TBC dan segera memanfaatkan layanan kesehatan untuk pemeriksaan, pengobatan, serta skrining bagi anggota keluarga yang melakukan kontak erat.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui pelaksanaan Workshop Hari Anak Nasional (HAN) 2026 bertema “Pola Asuh Anak di Era Digital: Strategi Lintas Sektor untuk Perlindungan Anak dan Pencegahan Stunting”.

Kegiatan yang diikuti sekitar 120 peserta dari unsur guru, tenaga kesehatan, kader Posyandu, PKK, dan komite sekolah itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mimika memperkuat perlindungan anak sekaligus mempercepat penurunan angka stunting. (*)