PEDULI GIZI – Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah yang menyalurkan bantuan gizi sebesar Rp350 ribu per bulan kepada 1.000 balita di empat kabupaten. Program yang diinisiasi Gubernur Meki Nawipa ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi anak, menekan angka stunting, dan menyiapkan generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, serta berdaya saing. (FOTO: IST/PEMPROV PAPUA TENGAH)
NABIRE, timikaexpress.id – Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan Program Bangkit Papua Tengah sebagai langkah strategis memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini melalui peningkatan pemenuhan gizi anak.
Program yang diluncurkan pada Selasa (21/7/2026) itu menyasar 1.000 balita usia 0 hingga 4 tahun di empat kabupaten.
Setiap anak akan menerima bantuan gizi sebesar Rp350 ribu per bulan guna mendukung pemenuhan nutrisi pada masa emas pertumbuhan.
Program Bangkit Papua Tengah merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Sosial Provinsi Papua Tengah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Communications Consultant SKALA Region Tanah Papua.
Sinergi lintas sektor ini diarahkan untuk mempercepat penanganan masalah gizi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Tengah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, tetapi juga pada investasi sumber daya manusia sejak dini.
“Fondasi ini kita bangun untuk memperkuat fisik, kesehatan, dan kecerdasan anak-anak Papua Tengah agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkualitas,” ujar Meki.
Menurutnya, peningkatan kualitas gizi anak menjadi salah satu kunci dalam menciptakan generasi Papua Tengah yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
Pemprov Papua Tengah juga menargetkan cakupan Program Bangkit terus diperluas.
Setelah diterapkan di empat kabupaten pada tahun ini, program tersebut direncanakan menjangkau seluruh delapan kabupaten di Papua Tengah mulai tahun depan.
Melalui perluasan itu, pemerintah berharap semakin banyak anak memperoleh akses terhadap pemenuhan gizi yang memadai.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menekan angka stunting dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia yang unggul di Papua Tengah. (*)















Tinggalkan Balasan