Kepala Disperindag Mimika, drh. Sabelina Fitriani (FOTO:MEGA IRIANTI/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika, drh. Sabelina Fitriani, mengungkapkan kenaikan biaya pengiriman dan keterlambatan distribusi menjadi salah satu penyebab terganggunya pasokan barang dan LPG di Kabupaten Mimika.

Hal tersebut disampaikan Sabelina saat diwawancarai usai apel pagi di Pusat Pemerintahan SP3 Mimika, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, selain persoalan bahan baku, biaya pengangkutan dari pusat distribusi seperti Makassar dan Surabaya juga mengalami kenaikan cukup signifikan.

Tarif angkutan yang sebelumnya berada di kisaran Rp350 ribu kini naik menjadi sekitar Rp390 ribu atau meningkat sekitar 10 hingga 12 persen.

Kondisi tersebut diperburuk dengan keterlambatan jadwal kapal serta meningkatnya biaya kontainer yang berdampak langsung terhadap distribusi barang ke Mimika.

Ia menjelaskan, dampak gangguan distribusi tidak hanya dirasakan pada barang konsumsi, tetapi juga terhadap ketersediaan LPG di daerah.

Menurutnya, pasokan LPG yang sebagian masih bergantung pada impor menyebabkan kuota yang diterima daerah menjadi terbatas sehingga distribusi mengalami hambatan.

Meski demikian, Disperindag Mimika memperkirakan kondisi pasokan akan mulai membaik setelah 20 Mei mendatang.

Hal itu karena kuota pasokan dijadwalkan kembali terpenuhi hingga mencapai 7 metrik ton per minggu, serta sejumlah kapal pengangkut dipastikan mulai bersandar di pelabuhan Mimika.

“Kami berharap setelah tanggal 20 ini pasokan lancar kembali dan harga bisa stabil. Masyarakat diimbau tetap tenang dan bijak berbelanja, tidak perlu melakukan penimbunan,” ujar Sabelina. (*)

Penulis : Mega Irianti
Editor : Maurits SDP