Kepala Distanbun Mimika, Abdul Haris Sudharmono (FOTO:YUDITH SANGGU)
MIMIKA, timikaexpress.id – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanbun) Mimika terus mendorong pengembangan budidaya bawang merah guna mewujudkan kemandirian pangan di daerah.
Program pengembangan ini dipusatkan di wilayah Mimika Baru dengan berbagai strategi khusus untuk menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan kondisi tanah yang memiliki tingkat keasaman tinggi.
Kepala Distanbun Mimika, Abdul Haris Sudharmono mengatakan lahan pertanian akan mendapat perlakuan khusus agar cocok untuk budidaya bawang merah.
“Kami lakukan pengapuran menggunakan dolomit untuk menetralkan pH tanah dan membuat bedengan lebih tinggi agar tanaman tidak tergenang saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, budidaya bawang merah di Mimika sebenarnya pernah berhasil dilakukan.
Namun tantangan terbesar muncul pada proses pascapanen akibat kelembapan tinggi yang membuat umbi mudah membusuk saat pengeringan.
Untuk mengatasi hal itu, Distanbun menyiapkan solusi berupa alat pengering modern serta pengembangan hilirisasi produk dengan mengolah hasil panen menjadi bawang goreng siap jual.
“Nantinya hasil produksi bisa dipasok ke restoran dan rumah makan di Timika. Kami juga siapkan benih berkualitas, alat penyiraman, dan pendampingan penuh bagi petani,” katanya.
Saat ini sejumlah komoditas sayuran seperti kangkung, sawi, dan bayam sudah mampu diproduksi secara mandiri di Mimika.
Pemerintah berharap bawang merah juga dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Bahkan ke depan, Mimika ditargetkan mampu menjadi daerah pemasok bawang merah bagi wilayah pegunungan hingga Asmat sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan kemandirian pangan daerah. (*)









Tinggalkan Balasan