FOTO BERSAMA – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, berfoto bersama tim SMP SATP usai penyerahan trofi juara Kapolda Cup Mini Soccer 2026 di Timika, Sabtu (26/4/2026). (FOTO:GREN TELAUBUN/TIMEX)

MIMIKA, timikaexpress.id – Tim pelajar SMP Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara pertama dalam ajang Mini Soccer Kapolda Papua Tengah Cup 2026 tingkat SMP se-Kabupaten Mimika.

Turnamen yang diikuti 32 tim ini berlangsung sejak 18 April 2026 dan mencapai puncaknya pada laga final di Goldstone Arena Timika, Minggu (26/4/2026) pukul 17.30 WIT.

Pada partai puncak, SMP SATP tampil dominan dan berhasil menaklukkan SMP Negeri 4 Mimika dengan skor 2-0.

Dua gol kemenangan masing-masing dicetak oleh Rio Beanal dan Martinus Irahewa.

Pelatih tim SATP, Leman Rowa, menyebut keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, serta kekompakan para pemain selama menjalani latihan.

“Ini hasil kerja keras anak-anak dan tim. Semua juga karena anugerah Tuhan,” ujarnya.

Ia menambahkan, persiapan tim dilakukan dengan memanfaatkan waktu latihan di sela kegiatan sekolah.

“Kami memaksimalkan waktu latihan saat di sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Setda Mimika, Yohana Paililig, yang mewakili Bupati Mimika saat penutupan turnamen, memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua Tengah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini penting untuk mengembangkan bakat, sportivitas, dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar,” ujarnya.

Ia menegaskan, olahraga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tangguh, serta mampu bekerja sama dalam tim.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, turut mengapresiasi dukungan orang tua dalam mendorong anak-anak menyalurkan bakat di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Ia berharap ke depan lebih banyak ajang serupa digelar secara rutin, sehingga potensi generasi muda Mimika dapat terus berkembang hingga ke level nasional.

“Saya punya mimpi, anak usia 10, 12, dan 15 tahun dari Mimika bisa kita kirim ke level nasional,” pungkasnya. (*)

Penulis : Gren Telaubun
Editor   : Maurits SDP