FOTO BERSAMA – Perwakilan Dinas Kesehatan Timika bersama utusan dari 7 Puskesmas forto bersama usai pembukaan kegiatan evaluasi program MCU selama 3 bulan di Timika (FOTO: ISTIMEWA/TIMEX)

TIMIKAEXPRESS.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika bersama tujuh Puskesmas menggelar evaluasi (review) pelaksanaan program Medical Check Up (MCU) setelah berjalan tiga bulan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (25/11/2025). dihadiri tim MCU dari Puskesmas Timika, Timika Jaya, Pasar Sentral, Karang Senang, Wania, Kwamki, dan Puskesmas Mapurujaya.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra, Kepala Seksi Pembiayaan pada Dinkes Mimika, Farida, menjelaskan MCU merupakan program prioritas Bupati Mimika yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Puskesmas Karang Senang pada 12 November lalu.

Ia mengatakan MCU menjadi salah satu upaya daerah mendukung misi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya masyarakat yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Kementerian Kesehatan, lanjutnya, mengemban tiga misi utama dalam Asta Cita, yakni program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit lengkap di seluruh daerah, serta penurunan kasus TBC sebesar 50 persen dalam lima tahun.

Pemerintah Kabupaten Mimika kemudian menerjemahkannya melalui program MCU untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat secara lebih akurat.

“MCU ini diharapkan memunculkan kesadaran masyarakat untuk menjaga diri. Ketika tahu kondisi kesehatannya, masyarakat bisa mengubah pola hidup dan lebih peduli pada apa yang mereka konsumsi,” ujarnya.

Ia menambahkan, program MCU juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Mimika sekaligus mendukung target usia harapan hidup daerah, dari 73,6 tahun pada 2024 menjadi 75,87 tahun pada 2030.

Farida berharap evaluasi ini dapat menjadi ruang bagi Puskesmas untuk menyampaikan kendala di lapangan agar dapat dicari solusi bersama.

“Dengan gambaran umum pelayanan selama tiga bulan ini, kita bisa menentukan strategi untuk empat tahun ke depan. Program ini baru dimulai pada September 2025 dan akan terus dilanjutkan pada 2026 karena sudah masuk Renja Dinas Kesehatan,” jelasnya. (tim)