Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau. (FOTO: TIMEX/GREN)

TIMIKA, timikaexpress.id –  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Primus Natikapereyau mengungkapka bahwa serapan APBD Kabupaten Mimika hingga saat ini baru mencapai 43 persen.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang cukup besar atau membengkak pada akhir tahun.

“Serapan APBD baru mencapai 43 persen, sehingga bisa dipastikan Silpa akan membengkak pada APBD Perubahan,” ujar Primus kepada awak media di Kantor DPRK Mimika, Jumat (21/11).

Ia menilai rendahnya serapan anggaran disebabkan banyak program yang tidak berjalan optimal.

Primus juga menyebut belum mengetahui secara detail penyebab lambatnya pekerjaan di sejumlah OPD.

“Kita tahu beberapa waktu lalu pimpinan OPD di PUPR dan beberapa bawahannya tersangkut proses hukum. Mungkin ini juga menjadi salah satu hambatan,” katanya.

DPRK, kata Primus, terus mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika agar memaksimalkan pelaksanaan program prioritas di sisa waktu tahun anggaran 2025.

“Kami terus berkoordinasi dengan bupati dan seluruh OPD agar serapan APBD bisa lebih optimal,” pungkasnya. (via)