SAMPAIKAN PESAN DAMAI – Pj Sekda Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, menyampaikan permintaan maaf dan imbauan damai kepada warganya yang terlibat konflik di Kwamki Narama, Kamis (13/11). (FOTO: GREN/TIMEX)
TIMIKA, timikaexpress.id — Pejabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, turun langsung menemui warganya yang terlibat bentrok di Kampung Amole, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis (13/11).
Kedatangan Nenu Tabuni didampingi Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, Anggota DPRP Yohanis Kemong, Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, dan Kepala Distrik Kwamki Narama Edwin Naftali Hanuebi.
Dalam pertemuan itu, Nenu Tabuni mengimbau seluruh warganya untuk segera menghentikan peperangan dan kembali ke Kabupaten Puncak.
“Ini Kabupaten Mimika, bukan Kabupaten Puncak. Jadi jangan lagi berperang. Mari kita kembali dan jangan membuat keributan di Mimika,” ujarnya.
Nenu Tabuni juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mimika dan seluruh pihak terkait karena Pemkab Puncak terlambat merespons konflik tersebut.
“Saya minta maaf karena kami terlambat hadir untuk mendamaikan perang ini. Saya mewakili Pemkab Puncak menyampaikan permohonan maaf,” katanya.
Ia menjelaskan, keterlambatan respons pemerintah disebabkan kurangnya koordinasi awal.
Namun setelah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Tengah, DPRP, dan MRP Papua Tengah, pihaknya segera datang untuk mencari solusi damai.
Selain itu, Nenu Tabuni juga mengonfirmasi bahwa dua kelompok yang bertikai merupakan warga asal Kabupaten Puncak.
“Saya minta maaf kepada Pemkab Mimika dan seluruh masyarakat Mimika. Berdasarkan informasi yang kami terima, dua kelompok yang berperang ini murni warga Puncak. Terima kasih kepada Polres Mimika yang telah menjaga keamanan warga kami,” pungkasnya. (via)














Tinggalkan Balasan